Rumah, adalah sebuah bangunan yang memiliki ruang dan menjadi tempat berlindung orang-orang dikala siang maupun malam.
Tetapi ini bukan tentang rumah yang berbentuk bangunan.
Ini tentang sosok seseorang yang menjadi tempat nya berpulang, tempatnya menumpahkann segala kesedihan, serta tempat dimana ia mendapaatkan kenyamanan.
akan tetapi...
mungkinkah seseorang tersebut akan selalu menjadi rumahnya?
atau ia akan menemukan rumah barunya?
atau mungkin juga seseorang yang ia anggap rumah akan menemukan rumah baru, dan akan meninggalkannya?
Entahlah, dunia itu penuh dengan mistery.
Tidak ada yang tahu kapan iya akan berpulang atau kapan ia akan di tinggalkan.
Rahasia Tuhan tertutup begitu rapat, hingga tak ada satupun manusia yang dapat mengetahui rahasia nya.
Akan tetapi...
Rencana Tuhan sangatlah indah, tak ada satupun rencana di dunia ini yang dapat mengalahkan rencananya.
Bahkan apa yang kita anggap baik bagi diri kita sendiri, belum tentu baik di mata tuhan.
Percayalah, pilihan ataupun jalan yang sudah Tuhan tetap kan untuk kita itu merupakan jalan terbaik.
note : semua karakter, tempat dan kejadian di dalam cerita ini 100% hanya karya fiksi dan hasil pemikiran saya yang terkadang terganggu pada saat malam hari, pemikiran yang dengan begitu saja terlintas di kepala pada saat saya tidak bisa tidur pada malam hari. Dan menuangkan semua nya dalam bentuk tulisan yang mungkin, aneh?
haha, saya mohon maaf apa bila cerita ini tidak menarik, tidak jelas, dan mungkin juga tidak terlalu bagus.
-29 Juli 2032
"I miss the old you, about home."
____
Mereka selalu berkata tidak ada tempat yang jauh lebih baik dibandingkan rumah, hanya berada di rumah kamu bisa menjadi dirimu yang sesungguhnya tanpa harus mengenakan topeng yang begitu banyak.
Namun tidak bagi seorang Radin Anggana. Murid baru dengan pandangan teduhnya yang selalu saja berkutat dengan perasaan dan pikirannya. Rumah baginya bukanlah tempat yang menyenangkan, melainkan suatu tempat yang selalu menyimpan memori menyakitkan.
Ya, hingga dirinya dipertemukan dengan tiga orang di dalam hidupnya. Seorang gadis dengan sayatan di lengannya, lalu laki-laki yang selalu menatapnya sinis, dan laki-laki yang tidak bisa hidup sendiri.
____
"Gue pengen pulang dalam artian yang
sesungguhnya, bukan seperti ini." -Radin Anggana-
"Pulang ke rumah bagi gue itu adalah hal paling mengerikan, sama seperti halnya hidup dalam kesendirian dan kegelapan." -Dhei Pradipta-
"Jika orang yang kesepian dikumpul menjadi satu, apa mungkin mereka tidak lagi merasa kesepian?" -Dimas Rayana-
"Kalianlah alasanku untuk pulang. Seandainya suatu hari nanti kita pergi dan tidak saling bertemu satu sama lain lagi, setidaknya aku tidak akan pernah menyesal pernah mengukir kenangan itu di dalam memori" -Rein Yashiaka-
_____
#928 fiksi remaja (01.03.20)
#783 fiksi remaja (06.05.20)