Curahan Hati Sang Pengabdi

Curahan Hati Sang Pengabdi

  • WpView
    přečtení 6
  • WpVote
    Hlasy 0
  • WpPart
    Části 2
WpMetadataReadRozepsáno
WpMetadataNoticeNaposledy publikováno sob, čvc 29, 2023
WpInfo
Populárně naučné
Tak terasa waktu bergulir, tau-tau Sheina sudah memasuki semester 7. KKN? Yups betul sekali, di semester 7 ada salah satu program yang harus di tawar yaitu KKN Kuliah Kerja Nyata. Salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi adalah pengabdian kepada masyarakat maka dalam setiap tahun akan ada penurunan mahasiswa untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat. Setiap perguruan tinggi memiliki rentang waktu yang berbeda-beda tentang waktu pelaksanaan KKN. Di Kampus Sheina sendiri KKN di laksanakan selama 45 hari. Bagaimana sih rasanya menjalani KKN? Apakah akan semenyenangkan cerita orang, semenarik cerita mereka, se-asyik kabar yang beredar atau se susah dan se-sulit kata orang. KKN, Kuliah Kerja Nyata? Kuliah Kerja Nangis? Kuliah Kerja Nguli? Kuliah Kerja Ngakak? Kuliah Kerja Nyanyi? Let's follow my story.
Všechna práva vyhrazena
#356
non
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • KKN di Desa Sukajaya
  • Hey, I Love You! (Completed)
  • Love In A Coffee Shop [Bisa Baca Di Karyakarsa]
  • KKN Punya Cerita
  • Sandyakala Terindah
  • KKN (Kuliah Kerja Ngebatin)
  • 41 HARI
  • Eurika milik kita

Hari itu, kami delapan orang tiba di Desa Sukajaya, sebuah desa terpencil di kaki gunung yang dikelilingi sawah, sungai, dan hutan lebat. Udara segar dan suasana tenang menyambut kami. Meskipun lelah setelah perjalanan panjang, kami tetap bersemangat memulai program KKN (Kuliah Kerja Nyata) ini. Aku, Ale, si paling ceria, tentu saja langsung membuat suasana jadi lebih hidup. Di sebelahku, Devon, sahabat baik yang lebih serius dan skeptis, mengingatkan, "Ale, kita ini kerja, bukan liburan." "Aduh, santai dong, Dev. Kalau nggak ada aku, pasti bosan!" jawab ale dengan tawa lebar. Di tim kami, ada juga Santrez, si seniman kreatif dengan sejuta ide, Abdul, pecinta lingkungan yang langsung jatuh cinta pada keindahan desa, Damar, calon dokter yang membawa tas P3K kemana-mana, Haznan, si pengamat yang lebih suka diam tapi selalu tahu banyak, Prama, koordinator sekaligus pengawas kami, dan tentu saja Xervie, si bocah petakilan yang selalu membuat kami sibuk dengan keisengannya. Story written by Kelompok 1 Kelompok1 X Brewbros

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu