"Apa selamanya aku gak bisa lihat dunia ku, Zha?." - Dayana
"Dunia?." - Rakzha
"Kalau boleh, aku ingin minta izin ke tuhan untuk membuka penglihatan ku 10 detik aja, untuk bisa melihat dunia ku, kamu." - Dayana
Bagaimana rasanya melihat dunia langsung jika hanya merasakannya saja sudah penuh rasa sesak seperti ini?
Namanya Dayana Anindia, seorang gadis yang sudah terlahir tanpa penglihatan mata, terlahir dari keluarga yang sudah diambang perceraian hingga pada usianya menuju 6 tahun, kedua orang tuanya berpisah rumah dan Dayana memilih ikut tinggal bersama ibunya, sedangkan ayahnya tak terlihat keberadaannya lagi setelah perpisahan itu. Saat kelulusan sekolah dasarnya, hadiah indah yang seharusnya Daya dapatkan berubah menjadi duka terburuk yang dia dapat di hari kelulusan itu. Ibunya tewas ditemukan didalam kamar Dayana dengan tali yang terikat di lehernya yang membiru. Setelah kematian ibunya, Daya diasuh oleh bibi sambungnya yang sebenarnya adalah tetangga samping rumahnya sendiri yang merasa iba dengan kondisi kehidupan Daya yang hanya hidup sebatang kara tanpa penglihatan. Daya tinggal dengan bibi sambungnya selama bertahun-tahun hingga lulus sekolah menengah atas, Daya yang sudah mulai dewasa sering merasa tidak enak dan sangat berhutang budi pada bibinya hingga Daya memutuskan untuk memulai hidup sendiri dan menyewa kosan di kota yang penuh cuaca dingin, Bandung. Sebulan berlalu, Daya mendapat kabar tentang kematian bibinya dan karna kabar itu Daya sempat memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karna menurutnya semua orang yang terpenting dalam hidupnya sudah meninggalkan dia seorang diri. Tapi sepertinya takdir berkata lain, seakan melarang Daya melanjutkan pemikiran bodoh itu.
Akankah pemikiran itu lewat dalam benak Daya lagi?
Haruskah Daya bertahan dalam dunia yang gelap dan melingkup ini?
CERITA INI HANYA KARANGAN SI PEMBUAT/PENULIS, TIDAK BERMAKSUD MENIRU SESUATU DALAM APAPUN.