Damn! its hurt

Damn! its hurt

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 1, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
apa kau tau rasanya menjadi aku phi?! setiap saat aku hanya bisa melihat dia berada disekitarku tapi aku tak bisa sedikitpun menyentuh dia keculi saat kami berada dipanggung. sungguh ! itu membuatku gilak setiap show aku harus bergelut dengan fikiranku "apa yang difikirkan gadis yang berada didepanku ini" merasa terlukakah dia, atau malah sebaliknya. sekali lagi phi! aku benar2 tidak bisa menebak apa yang ada didalam fikiran bec. gadis yang diajak bicara itu hanya bisa menyimak apa yang sedang dicurahkan oleh salah satu nong nya yang sangat ia sayangi sembari melihat nanar merasa kasihan tapi tidak tau harus berbuat apa. "freen". akhir gadis yang menatap nanar itu memanggil nama lawan bicaranya yang sedang merasa terluka itu. dan gadis yang dari tadi berbicara itupun menoleh saat nama ya dipanggil. gadis bernama freen itu melihat wajah orang yang baru saja memanggil namanya itu, sembari tersenyum dan membuka kedua telapak tangannya tanda agar gadis bernama freen itu datang ke pelukannya. freen, aku tau kau begitu tersiksa dengan keadaan seperti ini, tapi tahan sebentar lagi, kita akan tau apa yang diinginkan bec selanjutnya. bertahanlah" sembari menepuk bahu freen yang akhirnya gadis itupun pecah dengan tangisannya sendiri. "dug" suara pintu ruang tunggpupun terbuka. dan masuklah seorang gadis dengan wajah yang identik bule, mata yang indah,kulit yang begitu putih dan hidung yang begitu menawan, dan kedua gadis yang sedang berpelukan itupun menoleh kearah pintu yang baru saja terbuka. I "ups. sorry aku ganggu" kata gadis yang berwajah bule itu, dengan expresi yang tidak dapat diartikan. tak lama ia masuk ruang tunggu, dia hanya mengambil dan membereskan tas kepunyaannya dan cepat2 bergegas keluar karna takut mengganggu dua gadis yang sedang berpelukan dan menutup kembali pintu ruang tunggu, keluar ruangan itu dengan hati dan logika yang tidak bisa diartikan. "apa dia menangis??! ucapnya dalam hati.. "heuh! itu mustahil" sembari menutup pintu.
All Rights Reserved
#220
freenbecky
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 9. Level Up! GXG (FREENBECKY POV) (END)
  • MY COLD HEARTED MAN
  • Thesis: I'M IN LOVE WITH MY PROFESSOR
  • ITS NOT SAME ANYMORE (END)
  • [ SUSPEC ! ] - COMPLETED
  • LOVE TRIANGLE AND AFFAIR
  • You Belong To Me.
  • H-30 (Freenbecky)
  • Our Way
  • Baby Boy (FreenBecky)_K.4 END

18+ "Karena syuting akan mulai bulan depan, jadi aku ingin kalian menjalin hubungan yang lebih dekat. Maksudku, bukan dekat seperti... Ya kalian tahu sendiri. Tapi, sebagai teman. Kalian bisa mulai dengan pergi makan sushi berdua. Atau, jalan-jalan. Anggap saja bagian dari pengenalan karakter. Aku punya rencana besar. Tapi, aku tidak akan menceritakannya sebelum investor kita tanda tangan. Aku tidak mau memberi harapan yang muluk-muluk." Elean menunggu tanggapan kami. Namun baik aku maupun Bern tidak mengatakan apa-apa. "Artinya kalian setuju?" tanya Elean. "Kalau Bern tidak masalah, aku juga tidak akan keberatan." "Bern?" Aku menoleh untuk melihat ekspresinya. Bern tersenyum lagi dan kali ini ia menoleh untuk menunjukkan langsung apa yang tertulis di wajahnya padaku. Bibirnya tertarik naik membentuk bulan sabit. Membuat pipinya yang lembut dan segar terdorong naik dan menghimpit dua bola biru dalam matanya. OH! Lesung pipinya! "Aku tidak keberatan, Kak Flo." Ya ampun! Serangan apa yang barusan itu? Bernadetta cantik sekali!

More details
WpActionLinkContent Guidelines