"Ruangannya hening, kepalanya yang berisik." Kalimat tersebut menggambarkan situasi saat ini. Seorang gadis terngah terduduk di dalam kamarnya. Beberapa menit lalu, teriakan demi teriakan terdengar dari luar kamarnya. Menatap kosong pintu di depannya. Baru beberapa menit lalu seorang pria masuk dari arah sana, diiringi dengan teriakan seorang wanita yang tengah mengeluarkan segala amarahnya. Pikiran untuk mengakhiri hidup. Berlari keluar dan tidak pulang lagi. Hingga pikiran untuk membunuh seseorang. Semua suara itu terdengar begitu menggiurkan untuk Shanika. Ia marah. Tapi, ia tidak punya kekuatan untuk mengeluarkan amarahnya.
Isakan tangis anak kecil berhasil membuat gadis itu kembali ke dunia nyata. Membawanya kembali ke kenyataan yang begitu menyakitkan. Shanika saat itu masih memikirkan caranya menyelamatkan diri. Tapi, ia sadar jika gadis kecil yang kini memunggunginya sembari menangis juga harus ikut di selamatkan. Anak laki-laki yang masih berteriak di luar sana juga harus diselamatkan, meskipun ia seperti tidak mengerti apa-apa.
Tidak ada yang bisa Shanika harapkan disaat ini, termasuk Raditya Buana, kekasihnya.
Lantas, kemana Shanika harus pergi?
Tidak mudah bagi Ayana Zevaana bertahan di sekolahnya mengingat ia selalu mendapat bully, ejekan dan juga hinaan oleh para siswa dan siswi.
Sampai suatu ketika Ayana tidak sengaja menabrak Kakak kelasnya di depan perpustakaan sekolah dan Ayana menyadari kalau ia jatuh cinta pandangan pertama dengan Kakak kelasnya itu, bahkan jantungnya langsung berdebar ketika melihat tatapan tajam dan dingin Kakak kelasnya.
Kakak kelasnya itulah alasan terkuat yang dimiliki Ayana untuk tetap bertahan di sekolah dan juga bersabar menghadapi segala ejekan, hinaan dan bully.
Hingga suatu hari terjadi masalah besar dan membuat Ayana sadar kalau orang yang membuatnya bertahan di sekolah adalah orang yang memberi luka paling dalam.
Start : 14 Oktober 2018
Finish : 18 Agustus 2021