Runtuh
  • WpView
    Membaca 10
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jul 30, 2023
"Ruangannya hening, kepalanya yang berisik." Kalimat tersebut menggambarkan situasi saat ini. Seorang gadis terngah terduduk di dalam kamarnya. Beberapa menit lalu, teriakan demi teriakan terdengar dari luar kamarnya. Menatap kosong pintu di depannya. Baru beberapa menit lalu seorang pria masuk dari arah sana, diiringi dengan teriakan seorang wanita yang tengah mengeluarkan segala amarahnya. Pikiran untuk mengakhiri hidup. Berlari keluar dan tidak pulang lagi. Hingga pikiran untuk membunuh seseorang. Semua suara itu terdengar begitu menggiurkan untuk Shanika. Ia marah. Tapi, ia tidak punya kekuatan untuk mengeluarkan amarahnya. Isakan tangis anak kecil berhasil membuat gadis itu kembali ke dunia nyata. Membawanya kembali ke kenyataan yang begitu menyakitkan. Shanika saat itu masih memikirkan caranya menyelamatkan diri. Tapi, ia sadar jika gadis kecil yang kini memunggunginya sembari menangis juga harus ikut di selamatkan. Anak laki-laki yang masih berteriak di luar sana juga harus diselamatkan, meskipun ia seperti tidak mengerti apa-apa. Tidak ada yang bisa Shanika harapkan disaat ini, termasuk Raditya Buana, kekasihnya. Lantas, kemana Shanika harus pergi?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#3
raditya
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Luka yang Tak Terucap
  • BEFUDDLES (SELESAI)
  • GENANDRA (END)
  • AL: Stand Alone [END]
  • Defleksi
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Aku, Kamu, Yang Beda. [On Going]
  • Tikungunya
  • Our September Moments (Complete)

Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan