RUMAH DAN JALAN PULANG

RUMAH DAN JALAN PULANG

  • WpView
    Reads 3,353
  • WpVote
    Votes 310
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Apr 19, 2026
WpInfo
Fanfic
NCT
LEE JENO & NA JAEMIN NCT DREAM "Everyone has a house, but not all houses are home" Nanda, Jian, dan Nyala-tiga pemuda yang dipertemukan dalam satu kelas kuliah, seiring waktu menjadi lebih dari sekadar kenal. Kebetulan sering terjadi diantara mereka. Seperti ada benang merah tak kasat mata yang membuat takdir mereka selalu bersangkutan. Dalam perjalanan mereka menuju usia dewasa, ketiganya punya luka yang kadang tidak dapat dipahami oleh orang lain. Namun kebetulan yang mereka alami membawa mereka ke jalan untuk menemukan kesembuhan yang selama ini mereka cari. Ini adalah kisah ketiga orang yang berusaha mencari arti rumah dalam kehidupan mereka, juga bagaimana perjalanan mereka untuk menemukan rumah yang tentu, tidaklah mudah. Dunia keras dan menakutkan, tapi ketika ada orang yang berani menerjang badai bersamamu, percayalah, semua akan baik-baik saja. 🏅2 di 00l pada 4 februari 2026
All Rights Reserved
#169
nono
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • It's Always Been You✔️
  • BROTHER || JICHEN
  • Sepekan Penuh Sayang [Tamat] || Jeno & NCT Dream
  • Surat Dimas [TAMAT]
  • Rain || NCT dream [PRE ORDER!!!]
  • Na Jaemin : Crazy Rich Jaemin [Completed]
  • RUMAH;Menata Hati yang Hampir Mati
  • Semesta, Ia Lelah [ Haechan]

Winter, gadis skater serba bisa dari Thunder Clan, merasa seperti terjebak dalam mimpi buruk ketika papanya tiba-tiba meminta, atau lebih tepatnya memaksanya untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah keluarga teman orang tuanya. "Kalau adek nggak mau, papa bakal bakar semua deck yang rapi tertata di kamar adek sampai jadi abu." Ancaman itu langsung menusuk hati Winter. Deck-deck itu bukan sekadar papan luncur. Mereka adalah bagian dari dirinya, saksi setiap kompetisi dan penopang semangatnya. Mana mungkin ia membiarkannya jadi korban amukan sang papa? Dengan terpaksa, ia pun menyanggupi pekerjaan itu meski artinya harus membagi waktu antara kuliah di Universitas Kwangya dan mengurus rumah keluarga majikannya. Merawat empat anak di rumah itu sebenarnya bukan tantangan besar untuk Winter. Ia bisa dengan mudah mengatasi kelakuan si kembar usil, Jisung dan Ningning yang berusia tujuh belas tahun, juga kepolosan Sakuya yang berusia sebelas tahun dan si kecil Ian yang baru enam tahun. Semua terasa terkendali kecuali satu hal: Jaemin, si sulung yang tampaknya menjadikan Winter sebagai target utama untuk mencari-cari kesalahan. "Bener kamu jago masak? Yakin nggak bakal mati kalau makan masakan kamu?" "Otaknya pinter atau nggak sih? Sayang banget masa muda kebuang percuma. Kamu nggak minat nyambung kuliah?" "Baru pagi-pagi aja udah ngilang. Kamu ke mana emang?" Sumpah, kalau saja Jaemin bukan anak majikannya, Winter sudah lama melibas pria itu dengan deck kesayangannya. Menyebalkan bukan main. Namun, di balik semua adu mulut dan tatapan sinis itu, ada sesuatu yang samar. Perasaan yang pelan-pelan menyusup, tapi tak mungkin mereka akui. Di tengah kesibukan menjadi mahasiswa sekaligus satu-satunya gadis di Thunder Clan, mampukah Winter bertahan menghadapi kelakuan Jaemin yang seakan bisa meruntuhkan dunia? Dan apa yang akan terjadi ketika Jisung, Ningning, Sakuya dan Ian mulai menganggap Winter sebagai kakak mereka sendiri?

More details
WpActionLinkContent Guidelines