Suamiku merupakan male lead dalam novel dewasa yang level kebenciannya patut dipertanyakan. Dia mapan, tampan, berkarisma, dan apa pun yang semua cewek inginkan ada dalam dirinya. Sekalipun pernikahan yang kujalani hanya hitam di atas putih, tidak ada bumbu romantisme sama sekali, tapi fasilitas nyonya besar yang kudapatkan darinya sungguh menggiurkan.
Seharusnya aku senang dong? Kapan lagi bisa hidup nyaman, tidak perlu bekerja di bawah tekanan, dan menikmati kemewahan? Tidak semua orang bisa menjadi diriku.
Salah. Dengan sangat menyesal kukatakan bahwa suamiku sebentar lagi akan menceraikanku. Berdasarkan novel dikisahkan dia menjebak female lead dalam hubungan satu malam, membalaskan dendam kepada semua cowok yang dulu merundungnya, memaksa female lead dalam asmara panas membara ekstra cabai, dan tidak segan menyingkirkan siapa pun yang berani menjadi penghalang.
Siapa pun termasuk aku, si istri kontrak.
Heol! Jangkrik! Oke, sekalipun sebentar lagi aku akan menjadi janda, takkan kubiarkan diriku melarat! Masa bodoh dengan pernikahan antara male lead dan female lead. Akan kucatat dan kuminta ganti rugi pernikahan....
"Sayang, kamu mau kabur ke mana?"
"..."
Male Lead, genrenya salah!
Callie Esmeralda, tidak ada yang tidak kenal dengan nama itu di Kerajaan Zypher. Hanya mendengar nama tersebut, wajah para bangsawan menjadi kesal dan takut. Para rakyat jelata gelisah bersembunyi di dalam rumah. Pengemis dan anak buangan yang tidak memiliki rumah berkumpul saling memeluk dalam ketakutan.
Callie Esmeralda, antagonis dari sebuah novel berjudul 'The duke's kind wife' yang menyukai tunangan dari adiknya sendiri. Yakni tunangan Adele Esmeralda. Hingga tega berbuat jahat kepada adiknya sendiri untuk merebut tunangan sang adik.
Begitu kejam, sombong, sarkastik, dan gila wanita itu hingga tak segan segan membunuh orang yang membuat risih kedua mata cantiknya.
Orang yang seperti itu, pada akhirnya akan terbunuh di tangan seorang Duke tunangan adiknya sendiri sekaligus orang yang telah ia cintai.
o0o
Menyedihkan,
Hanya itu yang bisa Anna katakan pada dirinya sendiri.
Hidup sendiri melewati antara hidup dan mati karena penyakit. Tanpa dukungan dan energi positif dari orangtua dan teman.
Anna menyesal,
Kenapa ia harus memperlakukan orang lain dengan begitu buruk? Lihatlah! Sekarang tidak ada yang menemaninya menjemput ajalnya!
Anna ingin segera mati, tapi ia takut masuk neraka karena banyaknya dosa yang ia perbuat.
"Tuhan, jika kau memang Yang Maha Pemaaf, tolong beri saya kesempatan untuk menebus semua dosa yang telah saya perbuat. "