Escape
  • WpView
    Reads 6,182
  • WpVote
    Votes 333
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 18, 2021
[Republished, arsip cerita yang dibuat tahun 2014-2018, tidak selesai] Gadis itu tidak tahu latar belakang dirinya. Yang ia tahu, ia "dibuang" bersama kembaran lelakinya di suatu hari bersalju, enam belas tahun yang lalu. Hanya satu penghubung antara ia dan kedua orangtuanya: sebuah gelang yang sempurna melingkari pergelangan tangan kirinya. Gelang ajaib, menurut kembarannya, karena benda itu selalu menyesuaikan diri dengan pergelangan si gadis. Tapi bagaimana kalau gelang itu merupakan rantai? Rantai yang membelenggu seorang budak, seperti anjing pada tuannya? Dia benar-benar buta akan takdirnya sendiri. Sampai seorang pemuda datang dan membumihanguskan kehidupan normalnya. Atau, malah menolongnya? Nama gadis itu Caitlin Wilson. Dan dia adalah seorang glaem. Budak dari para demon. "Ketika kau memiliki dua pilihan: melarikan diri dan hidup, atau tetap tinggal untuk orang yang kau sayangi dan mati. Mana yang akan kau pilih?"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • GERBONG KERETA, CERITA KITA✔
  • Demi Ragaku
  • The Lost Queen
  • Maiden of Forsaken Tears [GI Fanfiction]
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • LIMBO - The Edge Of Life ( ON GOING )
  • Kyross | Slip On Depth Parasite [BL]
  • 𝗗𝗔𝗡𝗚𝗘𝗥𝗢𝗨𝗦 𝗕𝗢𝗬 : Re Corvo
  • My cool badboy [LENGKAP]

Dia kelaparan, kedinginan, tanpa seorangpun di sisinya. Dia Chris---pemuda 24 tahun yang kehilangan segalanya kecuali nyawa dan sehelai baju yang melekat di badan. Pengeboman itu, menghancurkan hidupnya, masa depannya yang terancang apik di depan mata. Hingga langkahnya yang letih membawanya menaiki sebuah gerbong kereta tua yang akan membawa penumpangnya menuju pinggiran kota---tempat orang buangan berada. Ke sana lah, tujuan Chris satu-satunya. Mendudukkan diri di kursi kereta yang dingin, Chris meremas perutnya yang lapar. Ia belum makan sejak kemarin. Ia berusaha menahannya, seperti yang biasa ia lakukan, tapi gagal tatkala sepotong roti nyaris berjamur tersodor didepannya. "Ambillah. Kau pasti lapar," Seorang gadis dengan pakaian kasual cukup lusuh, menatapnya kasihan. Chris ingin menolak, namun perutnya yang kembali berbunyi enggan berkompromi. Dengan ragu dan juga malu, Chris menyambutnya. "Terimakasih," "Terimakasih nya lain kali saja. Yang terpenting sekarang adalah melarikan diri dari tanah Jahannam ini," Tanpa izin, si gadis telah mendudukkan diri di bangku bersebelahan dengan Chris yang kini tengah menyuapi diri dengan agak rakus. "Pelan-pelan saja makannya, tidak ada yang ingin mengambilnya darimu," Ia terkekeh kecil. Chris tertegun malu, lalu melambatkan kunyahan nya yang bisa dibilang tergesa, "Maaf," "Kenapa meminta maaf?" Ia berujar lembut. "Omong-omong, kita belum berkenalan. Aku Hazel, dan kau?" Spontan Chris berhenti makan. Tidak, ia tidak terkejut dengan uluran tangan si gadis yang mengajaknya bersalaman, melainkan karena pertama kalinya ada orang yang mau mengenalnya lagi setelah selama ini ia dibuang, dikucilkan, dimaki. Chris menatapnya lamat, meragu sejenak. Akankah Chris meraih uluran tangannya? Sebuah kisah sepasang insan manusia yang saling menemukan 'sungai' di kedua pelupuk netra, berlatarkan tahun 1870, San Fransisco, California. ----{GERBONG KERETA, CERITA KITA}----

More details
WpActionLinkContent Guidelines