Sebuah Seni Melupakan

Sebuah Seni Melupakan

  • WpView
    Reads 136
  • WpVote
    Votes 53
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 1, 2023
Orang yang patah pasti akan galau berhari-hari tiada henti. Beberapa orang perempuan lebih mudah melupakan daripada laki-laki yang butuh waktu yang tak menentu. Sama halnya dengan tokoh utama dalam tokoh ini yang bernama Agha. Ia dengan terpaksa mesti melupakan seseorang yang pernah dicintainya. Bagaimana kisah Agha melupakan mantannya itu dengan seni yang estetik, hingga membuat mantanna menyesal dan kembali tertarik?
All Rights Reserved
#815
moveon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Echoes Of Goodbye (END)
  • GAMON (REVISI)
  • AYO MOVE ON!
  • waktu menyimpan cerita kita
  • NASA
  • Love Makes Sad
  • GABRIEL

Sembuh bukan tentang menemukan cinta baru, bukan pula tentang melupakan jejak yang pernah tertinggal. Sembuh adalah seni merangkul luka tanpa membiarkannya menguasai, membiarkan kenangan tetap ada tanpa menjadikannya belenggu. Bukan proses yang bisa kupaksa atau percepat, melainkan perjalanan sunyi yang penuh riak-riak ingatan-tentang tawa yang dulu menghangatkan, tentang janji-janji yang kini hanya gema di lorong waktu. Aku tahu, kamu pernah menjadi rumah, tempatku pulang tanpa ragu. Namun, rumah itu kini hanya bayangan, berdinding sunyi dan berisi ruang-ruang kosong yang tak lagi menyambutku. Aku tidak ingin menghapus setiap memori, karena bagiku, kenangan adalah musim yang datang dan pergi-tak perlu diusir, hanya perlu diterima. Maka aku memilih berjalan, bukan untuk meninggalkan, tapi untuk melangkah dengan luka yang sudah kujinakkan, dengan hati yang tidak lagi mencari, tapi mengerti bahwa tidak semua yang hilang harus ditemukan kembali. -Sharfina

More details
WpActionLinkContent Guidelines