Circle Bar-Bar [END]

Circle Bar-Bar [END]

  • WpView
    Reads 7,820
  • WpVote
    Votes 434
  • WpPart
    Parts 51
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 14, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
SMA Gold Garuda , sekolah ternama di Indonesia yang sempat di hebohkan dengan tingkah muridnya. Terlebih dengan tingkah murid kelas 11 IPA-1 yang selalu membuat semua guru geleng-geleng kepala. Tiada hari tanpa laporan dari kelas 11 IPA-1. Setiap hari selalu saja ada yang guru yang melapor dengan wali kelas 11 IPA-1. Rasanya kalau tidak membuat keributan sekali saja mungkin rugi bagi mereka. Terlebih dengan perkumpulan circle bar-bar. Banyak guru yang sudah angkat tangan mengurus kelas 11 IPA-1. Sebenarnya mereka baik tetapi karena sering di usik , membuat mereka tidak bisa menahan emosi. Apalagi jika sudah bertemu dengan tiga cabe-cabean di kelas mereka. Musuh bebuyutan Circle bar-bar. Siapapun jika bertemu dengan musuh bebuyutan tentunya tidak akan diam. Apalagi jika sampai di usik. Apakah permusuhan itu akan berakhir setelah mereka duduk di kelas 12? Atau akan berlanjut hingga lulus sekolah?....... jangan lupa baca ya guys 😍 Bantu vote , komen , and follow 🤩🌟 Terimakasih 😍💓 Follow Ig : wp.nana_10
All Rights Reserved
#172
circle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INTO IT
  • I Miei Segreti [ON GOING]
  • GALLENDRA
  • RAFAEL [END]
  • Bara [REVISI]
  • ARTHA STORY'S
  • Penguasa Jurusan [END]
  • DAKSA [END]
  • ALDEBARA [END]
INTO IT

Bagi Azelle Claire Hawthorne, setiap orang memiliki cerita. Dan sebagai seorang jurnalis, tugasnya adalah mendengarkan lalu menuliskannya. Sementara bagi seorang hakim muda, setiap cerita harus didengar, dipertimbangkan, lalu diputuskan berdasarkan hukum. Mereka terbiasa memahami kehidupan orang lain. Ironisnya... Mereka justru gagal memahami perasaan mereka sendiri. Di antara kesibukan, rutinitas, dan pertemuan-pertemuan yang awalnya terasa biasa, keduanya perlahan menjadi bagian dari hidup satu sama lain. Tak pernah ada pengakuan. Tak pernah ada kepastian. Karena mereka sama-sama percaya bahwa masih ada waktu. Sampai suatu hari, diam menjadi jawaban yang sama-sama mereka salah artikan. Dan saat mereka akhirnya menyadari apa yang sebenarnya mereka rasakan... Mungkin semuanya sudah terlambat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines