Perasaan sebuah pilihan

Perasaan sebuah pilihan

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2015
"Huaaaa..." teriak Gue sekencang - kencangnya, sehingga mengharuskan orang yang ada di depan Gue dengan sigap nutup mulut Gue. "Iiih lo apa - apaan siih" sergah Gue sambil menyingkirkan tangannya dari mulut Gue, Dia cuma tersenyum dengan manisnya. "Lo ngapain dikamar Gue" bentak Gue gak suka. Orang itu tersenyum"Cuman mau liat Lo tidur. Gak boleh ya?" "Ya gak boleh lah, Keluar Lo dari kamar Gue!!" "Galak amat" jawabnya dengan mendekatkan wajahnya ke Gue. Mimpi apa Gue semalam ketemu orang ini pagi - pagi. ketika perasaan itu hadir Gue gak tau kemana dia pergi. ada rasa yang aneh ketika dia tak berada di samping Gue. apa Gue punya kesalahan yang begitu membuatnya sakit hati?? ahhh.... Gue gak tau??!!! jangan dibaca yaak... soalnya ini cerita yang GJ. hahahaaa
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut pandang (felisha)
  • friendship dump
  • Where's Home
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Kamu
  • limited to friends or falling in love '?'
  • DEHANDAR & AQILLA [YOUNG MARRIAGE]
  • My Sweet heart
  • Suddenly Marriage
  • KHALISA🖤

"Kasih gue tutorr dong din. Kayaknya lo gampang banget bisa punya pacar. Masa gue yang ganteng gini belum bisa dapetin feli juga? Lo sih fel. Susah banget di gapai. Tinggal terima gue kenapa sih? Gue kan iri sama nadine" omel galuh menyalahkan felisha membuat felisha memutar bola matanya malas. "Ya lagian, ngapain juga lo sukanya sama gue? Kan banyak cewe lain yang bisa lo sukain" cibir felisha. "Ya ngga tau, ini semua kan gara-gara lo. Siapa suruh lo cantik, gemesin, nganenin, lucu gitu? Kan gue jadi suka sama lo" *** Galuh menggeleng cepat "Ngga kok, Ayo bareng aja. Searah juga kan tujuan kita. Ke pelaminan" gurau Galuh dengan alis yang ia naik turunkan membuat felisha berdecak. "Buru! Ngga usah bercanda. Gue Ngga punya banyak waktu" desak felisha. Karena sebentar lagi shift kerjanya akan dimulai, menjadi seorang barista di caffe Coffee yang terkenal membuatnya menjadi super super sibuk disela tugas kuliahnya. Galuh murung, karena gombalannya yang sama sekali tidak mempan untuk felisha "Ya kan siapa tau nanti bukan sekedar candaan lagi fel. Tapi jadi kenyataan" ^^ "Gue buru buru itu karena Ngga pengen ketemu lo galuh" terang felisha membuat Galuh mencibir. "Jahat banget omongan lo sha. Tapi tenang aja, gue Ngga sakit hati kok" ^^^ "Ayo! Galuh tolong anterin gue ya. Nanti gue bensinin" ujar felisha sembari melongokkan kepalanya ke samping, agar bisa melihat wajah galuh yang tertutup helm hitamnya. "Dikiranya gue ojek kali. Padahalkan gue rela lakuin apapun buat dia, jangankan nganterin. Nemenin jadi suami aja pasti bakal gue jabanin" gumam galuh mencibir. "Hah?? Lo ada bilang sesuatu galuh?" "Ngga. Gue cuma bilang iya felisha cantik, lucu, unyu-unyu, gitu kok" Aku Ngga ngarep banyak yang voment, tapi disini Aku cuman pengen karya Aku bisa sampai tamat aja. Ngga lebih

More details
WpActionLinkContent Guidelines