Broken
  • WpView
    Reads 160,799
  • WpVote
    Votes 10,163
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Sat, Apr 1, 2017
Hatinya sekeras batu, sedingin es. Tapi bagaimanapun caranya aku akan mencari cara agar bisa masuk - Gerald to Sonya. Aku menyukainya tapi aku tahu aku tidak punya kesempatan. Aku janda beranak satu. Bagaimana mungkin dia tertarik padaku? Dan... aku takut terluka lagi. - Sonya to Gerald. Cerita ini tentang cinta, yang walaupun kadang membawa luka, tapi juga memberi kebahagiaan bagi orang-orang yang berani terluka.
All Rights Reserved
#824
marriage
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Cadangan
  • THE WAY WE GET BY  ✔
  • REGRET
  • Q U A L M
  • Dear Future (new version)
  • Ada Apa Dengan Cinta
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • Trial & Error
  • Love And Hurts (SELESAI)
  • CINTA YANG MENYEMPURNAKAN (TELAH TERBIT)

(SUDAH DITERBITKAN) "Ibra aku punya syarat kalau kamu mau menikah denganku. Aku nggak mau hamil, aku masih mau melanjutkan karierku dulu, karena saat ini waktu yang tepat untuk berjuang mengejar impianku. Tapi, jangan kecewa dulu! Aku punya solusi yang mungkin bisa kamu pertimbangkan. Kamu diharuskan menikah secepatnya karena keluargamu menginginkan keturunan darimu, kan? Aku mempersilakan kamu memiliki buah hati dengan wanita lain. Dengan satu syarat, aku yang memilihkan wanita itu. Dan kabar gembiranya lagi, aku sudah mempunyai calon untukmu. Dia sepupuku, wajahnya mirip denganku." "Lalu ... kamu mau dia yang hamil seolah anak itu hasil buah cinta kita?" "Iya, bisa dibilang seperti itu. Kamu tenang saja, sampai dia hamil aku akan berada di luar negeri menyelesaikan pekerjaanku. Setelah dia melahirkan, maka perjanjian kita dengannya selesai." "Kalian gila! Lalu, selama dia hamil dia akan ada di mana? Kamu tidak akan meninggalkannya sendirian, kan? Demi Tuhan, Ris, ada anakku di dalam sana nantinya." "Dia akan ada di apartemenku. Kamu tenang saja, dia wanita yang mandiri. Kalau kamu mau mengajaknya tinggal di rumahmu aku tidak masalah selama tidak ketahuan orang." "Baiklah, asal kamu mau menikah denganku." "Tapi, satu hal permintaannya yang harus kita turuti." "Ya?" "Dia mau ... kamu juga menikahinya sebagai istri keduamu." "Apa?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines