Aini & Dimas 21+

Aini & Dimas 21+

  • WpView
    Reads 3,547
  • WpVote
    Votes 25
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 16, 2025
WpInfo
Fiction
Romance
"Jangan kecapean! Malam kita akan panjang." ucap Dimas dengan berbisik di telinga Aini yang lagi berdiri menyapa banyak orang. Malam panjang?? wajah Aini langsung memerah. memikirkan yang tidak-tidak karena bagaimana pun Aini baru saja menyandang gelar sebagai seorang istri. Demi semua tamu yang datang di acara resepsinya! Haruskah Dimas berbicara seperti itu di tempat keramaian walau dengan berbisik tapi, tentu hal itu masih awam bagi Aini. Itu adalah kata-kata vulgar yang mengelikan bagi Aini. Perjalanan yang membawah Aini dan Dimas bertemu lalu berakhir pelaminan dengan berbagai cara yang Dimas lakukan. (Cerita dewasa) #1 Rabu - 02/08/23
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ain't Your Daddy (COMPLETED)
  • Right One
  • Nearby Relations
  • Anindita [TERBIT]
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan
  • Bertaut Rasa (Gratis)
  • Om, Ayo Nikah!
  • Call It Fate, Call It Karma (Complete)
  • You Got It

Pernikahan Jamila Istari (30) dan Nadiem Arif Prakoso (38) sudah tiga tahun kandas, huru-hara dipicu oleh ketidak puasan Ami yang merasa kurang segala-galanya. Di zaman ini, di ekonomi yang begini, dia harus bertahan dengan Nadiem yang luntang-lantung setelah bisnisnya gulung tikar? Yang benar saja! Ami itu high maintenance! Belum lagi dia juga ikut menanggung hutang ibunya. Plus, ibu dan kakak Nadiem yang pelit pula. Di bayangan Ami, terbebasnya ia dari Nadiem bisa membuat kehidupannya lebih baik. Kenapa tidak? Toh, Ami punya gelar, kompeten, supel, cantik, ada pula harta gono-gini yang harus Nadiem berikan untuknya. Sudah sangat amat cukup, Ami bisa bekerja lagi dan menikmati uangnya seorang diri. Tapi nyatanya, tidak. Tiada beda, justru lebih berat, lebih parah, lebih menjengkelkan. Ami pusing, mual, mumet, apalagi setiap kali putrinya, Kanaya yang masih berusia tujuh tahun itu merengek-rengek ingin bertemu si Papi. "Mami ayooooooo! Kita cari Papi, aku mau Papi, kangen Papi, mau ketemu Papiiiiii!" "Papi kamu udah punya anak baru." "Haaaa! Mamiiiiii!" Rasanya Ami ingin menjerit dan bergulung-gulung saja!

More details
WpActionLinkContent Guidelines