Rumpun Kata

Rumpun Kata

  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 16, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Ini adalah rumah, bagi para penghuni semesta yang kebingungan mengukir rasa. Ini ialah tempat nyaman, untukmu-yang tidak pernah mengutarakan isi kepala. Ini bukan petaka, karena kata-ku ialah apa yang tersembunyi dalam kepala. Jangan terlalu dalam mengikutinya, karena ini adalah bangunan kosong, yang diperuntukkan bagi mereka yang ingin kenyamanan. ~Ailura
All Rights Reserved
#30
langkah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • "KEANA"
  • 𝐊𝐚𝐥𝐚 𝐒𝐞𝐧𝐣𝐚 [Sudah Terbit]
  • Ayah, Ibu, Kemana Aku Harus Pulang? (On going)
  • Obstinate
  • Aku Pengamat, Terasingkan
  • Anesthetized [Terbit]
  • Just Words

Dalam pusaran semesta, Naray ńa Ascella dihadapkan pada sosok laki-laki yang hadir bak angan tentang malaikat berwujud fana. Dalam keheningan dunia yang meredup, ia muncul menjadi penawar, menjadi rumah di saat semua pintu tertutup rapat. Lelaki itu membimbing Rayna menelusuri liku-liku, menuju bahagia untuk dijamah. Ia menyulam keberadaan menjadi jalan setapak yang memimpin Rayna pada lentera, pada pengharapan yang terselip di ruam-ruam gelap. Namun Rayna sadar, tiada sesuatu yang abadi. Karenanya ia tak berhenti memohon agar semesta mengulur waktu, memberi ruang bagi mereka merajut kisah yang tertunda. Rayna ingin menyambut senja, menjahit puisi-puisi rindu, dan menyusun seluruhnya untuk pria yang menyandang pusat semestanya.. El Léor Arnawama Auriga. ___________________ Hanya sebatas kisah ilusi, Terimakasih telah menikmati... ___________________ 🏆rank 1 in #sanskerta 1 in #antologi 1 in #bait 1 in #usai 1 in #prosa

More details
WpActionLinkContent Guidelines