Bang Zidan
  • WpView
    Reads 714
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Apr 30, 2025
Bugh.... "aduhh." saking tak fokus nya Zea tertabrak dengan Abang nya Intan, lelaki 29 tahun itu yang bernama Zidan sedang libur mengajar di kampus nya terkejut karena menabrak Zea secara tiba-tiba. "Sorry, are you okay?" Mundur untuk memastikan Zea. "Enggak papa Bang. Maaf ya Bang ini salah aku yang ga fokus jalannya." Ucap Zea sambil meremas rok sekolah nya itu. "No no no. Itu salah saya, justru saya yang minta maaf karena tadi saya fokus ke hp terus waktu jalan." Seketika Zea menatap Zidan sambil menggeleng cepat kepala nya."E- enggak papa Bang itu salah aku juga." Ujar Zea gagap. Zidan tersenyum kecil sambil menepuk pelan kepala Zea. "Sudah itu salah saya Zea, kamu nggak salah. Ya sudah kalau begitu saya pergi ke dapur ya." "Emm iya Bang." Zea melihat punggung Zidan yang akan pergi ke dapur. Teringat Intan yang pasti nya sudah menunggu lama di kamar Zea pun buru-buru pergi ke kamar Intan.
All Rights Reserved
#16
zidan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • A For Z : Young Married [SLOW UP, CUTI LAHIRAN DULU GAES]
  • Om CEO [Selesai]
  • Cold Devil [#TDS2]
  • HUSBAND [END]
  • Hanya Untukmu
  • You Got It
  • Getaran
  • Sin : Between You And Me
  • Blame The Silence (END)
  • Dia Pacarku! (21+)

Cover by pinterest Per part nya singkat 500 - 600 an kata ------------------------ Ini kisah tentang Arqeela Zea , gadis berusia 18 tahun yang lebih suka kesunyiaan dan hal hal yang ia sembunyikan dengan apik. Hingga suatu hari ia harus berurusan dengan laki-laki bernama Arfah Setya Argantara, salah satu triplets Most Wanted di SMA. ********************************* "Lo masih harus dirawat Ze," Ujar Arfah lirih. "Gue ga kenapa-kenapa, dan sekarang gue mau balik ke sekolah," Dengan wajah pucat nya Zea menatap Arfah datar. "Setelah apa yang terjadi, lo masih mikirin sekolah? Lo gila?!" Arfah menaikan sedikit nada bicaranya. "LO YANG GILA! GUE GA HAMIL ARFAH! LO TERLALU LAWAK BILANG GUE KEGUGURAN!" Tubuh Zea merosot, runtuh sudah pertahanannya. Air mata nya mengalir begitu deras. "Maafin gue Ze, gue bener-bener minta maaf," Arfah memeluk tubuh Zea yang gemetar dengan tangis yang pecah penuh sesak, membuat keempat orang lainnya ikut meraskan luka nya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines