Amici, Amore, e Destino (Friends, Love, and Destiny)

Amici, Amore, e Destino (Friends, Love, and Destiny)

  • WpView
    Reads 54,674
  • WpVote
    Votes 1,138
  • WpPart
    Parts 22
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 7, 2015
Cesar, anak basket yang easy going, super, jelas-jelas tipe yang bisa bergaul dengan siapa saja. Ragil, cowok cute, jutek sama cewek, alasan sebenernya karena dia selalu canggung dideket cewek. Tian, cowok cool, pendiem, dengan segudang masalah. Mereka bertiga sahabat karib, dari orok sampai SMA. Mereka dikenal sebagai "tiga pangeran" dengan tampang yang bersinar diantara wajah umat-umat sekolah. Mereka bertiga selalu berteman terlepas dari apapun masalah yang sedang mereka hadapi. Cesar, yang penyakit playboy akutnya nggak sembuh-sembuh. Ragil, yang bermasalah dengan tinggi badannya. Tian, dengan keluarganya yang tidak harmonis dan adiknya yang tidak pernah menganggapnya sebagai kakak. Sampai akhirnya kedatangan Egi, siswa pidahan dari Bandung, menambah runyam kehidupan mereka. Dengan tingkah kayak cacing kepanasan, Egi dengan kepribadiannya yang ceria mulai mendekat kepada mereka. Sayangnya, Egi nggak hanya membawa keceriaan untuk tiga pangeran kita. Ada hal-hal lain yang terus terjadi dengan masuknya Egi kedalam kehidupan mereka bertiga......
All Rights Reserved
#190
tian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CINTA YANG NYATA
  • ARDHANI [ On-going ]
  • Antara Kita Bertiga
  • Just another High school Story [Completed]
  • Ketika Aku Mengenalmu
  • VATRIA UNEDA SCHOOL [✓]
  • ALEXON [END]
  • orang yang selalu menunggu ku
  • DERAN

Mia, gadis berkulit sawo matang itu diam-diam mengagumi Elo, lelaki jangkung yang kebetulan berteman baik dengan sahabatnya, Tiara. Gadis itu, Mia, mengakui bahwa ia kurang pantas memimpikan Elo menjadikannya pendamping. Elo terlalu menawan untuk ukurannya yang notabene standar kecantikan di bawah rata-rata. Meski menyadari kekurangnya, Mia tetap mencari peluang untuk mendekati Elo. Baginya, segalanya adalah rencana Tuhan! Bisa jadi, ia dan Elo ditakdirkan bersama. Sayangnya, hal itu tidak terjadi! atau bahkan tak akan pernah terjadi! Karena, belum sempat memulai pendekatan nyata, Elo, lelaki itu lebih dahulu menyadari motifnya. Dan untuk menghentikan pergerakan Mia, Elo dengan tidak berperasaan mengatakan hal menyakitkan yang mana membuat Mia mundur secara teratur! Mia cukup tahu diri! Ia, tantu saja harus mundur! Elo ..., namanya telah di garis bawahi dan ditetapkan sebagai lelaki yang tidak masuk dalam daftar kriteria lelaki masa depan sejak saat itu bahkan untuk seterusnya! Meski ketika mereka kembali dipertemukan dalam kondisi yang berbeda. Sekali pun di saat Elo justru menunjukan sikap yang jauh lebih berperasaan dari sebelumnya. Kejadian-kejadian masa lalu tetap membuat Mia memegang teguh pendiriannya. Mampukah Elo mematahkan keteguhan hati Mia dan memenangkan hati gadis itu sekali lagi di saat orang dari masa lalu Mia hadir di tengah-tengah mereka?

More details
WpActionLinkContent Guidelines