Di Penghujung Rasa

Di Penghujung Rasa

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 2, 2023
Prolog Perlahan aku melangkahkan kaki menuju gedung didepan sana, gedung tempat dilaksanakannya acara yang pernah begitu aku impikan... Dari luar pintu aku memperhatikan sekeliling, lalu mataku fokus padanya, pada ia yang sekarang menjadi atensi semua orang dan sedang duduk tegap di depan penghulu seakan siap untuk mengemban tanggung jawab baru dalam hidupnya. Tiba-tiba saja mataku bersirobok dengannya, ia memandang dengan perasaan bersalah tetapi aku hanya menampilkan senyum kecut padanya. Mana janjinya, ia yang menyuruhku menunggu tetapi malah ia yang mengingkari. Katanya ia belum siap melangkah ke jenjang pernikahan, tetapi tiba-tiba saja ia memberikan berita yang begitu mengejutkan bagiku. Ah sudahlah, mungkin bukan aku wanita yang ia inginkan menjadi ratu dalam hidupnya. Tiba-tiba saja sepupunya yang aku lupa siapa namanya berdiri disampingku, dengan refleks aku menoleh padanya. Tidak ada angin tidak ada hujan dia berucap "Kamu tau, bahkan lelaki yang belum siap saja akan langsung bergegas jika memang kamu wanita yang diinginkannya, jangan bersedih mungkin memang bukan ia yang terbaik buatmu" Setelah mengatakannya, ia langsung masuk ke ruangan dimana akad nikah akan dimulai. Dengan berat hati aku pun melangkahkan kaki kedalam lalu duduk dibagian pojok ruangan sembari siap menyaksikan patah hati pertama kali dalam hidupku yang sakitnya luar biasa dahsyat. Ternyata hanya rasa yang kupunya berlabuh padanya sedangkan rasa yang ia punya berlabuh pada wanita yang mulai hari ini akan menjadi ratu dalam istana cintanya. Semoga saja setelah ini rasa yang kupunya berpenghujung pada ia yang menjadikan aku pelabuhannya. Semoga saja... ~~~~~~~~~~~~~~
All Rights Reserved
#5
womensfiction
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • Engkau, Imamku
  • Akhir Kisah [SELESAI]
  • Cintaku Hanya Untukmu Istriku
  • M E M O R Y  (On Going)
  • Ikhlas Yang Tak Mudah
  • Sekali Lagi (End)
  • Too Good To Be (True) Dominan [END]
  • Call It What You Want (END)
  • GARIZAH JAUZA (END)

#Prolog Seorang wanita tengah duduk di single sofa seraya menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Ia memejamkan matanya kemudian menghembuskan nafasnya. Tak jauh dari itu,tampak seorang pria yang berjalan dengan langkah cepat namun terdengar tegas. Mendengar suara langkah kaki itu,lantas wanita itu membuka kedua matanya dan menoleh untuk melihat siapa yang berjalan. Setelah dia melihat pemilik langkah kaki tersebut,senyumannya pun merekah. Ia berdiri dan berjalan menghampiri pria itu. "Bagaimana?" Tanya wanita itu seraya terus mengikuti pria tersebut yang tetap saja berjalan. Pria tersebut duduk diikuti dengan wanita itu disebelahnya. Wanita itu terus saja menatap wajah pria tersebut yang menampakkan ekspresi kesal. "Ayahku belum menyetujuinya." Akhirnya pria tersebut membuka suara. Wanita itu mengeryit tatkala mendengar jawaban yang terlontar oleh pria disebelahnya ini. "Dia bilang,saudaraku belum memiliki pasangan ataupun calon. Kita berdua harus menunggunya hingga dia menikah. Dan aku tidak boleh mendahuluinya." "Lalu bagaimana ini? Kembaranmu itu bahkan belum memiliki calon. Bagaimana dia ingin menikah. Mau sampai kapan kita menunggunya? Sampai anak di kandunganku ini lahir dan semua orang akan tahu bahwa aku hamil diluar nikah karenamu? Keluargaku dan keluargamu akan malu jika hal ini sampai terjadi." Pria tersebut mengusap lengan kiri sang wanita bermaksud agar wanita yang ada disebelahnya tenang. "Itu tak akan terjadi,Sayang. Akan kupastikan jika nantinya adikku itu memiliki calon dan kita berdua bisa menikah." Pria tersebut tersenyum diikuti dengan sang wanita yang juga ikut tersenyum.

More details
WpActionLinkContent Guidelines