Freaky Wolf (mature content 21+)

Freaky Wolf (mature content 21+)

  • WpView
    Reads 828
  • WpVote
    Votes 37
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jan 12, 2026
"Gue udah bilang kalau kita gak bisa sama-sama, kan?" pertanyaan retoris itu sengaja dikeluarkan oleh wanita berambut panjang itu pada pria yang berdiri menjulang di depannya. Sementara, pria yang ada di hadapannya itu berdecak membalas omongan wanita itu dan lanjut berdengus kesal. "Kita bisa sama-sama. Kamu gak perlu takut". "Kita gak bisa," sahut wanita itu dengan suara yang pelan dan penuh kepasrahan. Pria yang ada di depannya maju selangkah, menghapus jarak di antara keduanya. Pria itu lalu meraih wajah kecil wanita itu dalam genggamannya dan memandang lurus pada kedua netra cokelat itu. "Gak ada yang bisa misahin kita, bahkan anjing tua itu sekalipun". Kalimat itu diucapkan oleh pria itu dengan sangat bersungguh-sungguh. Siapapun yang mendengarnya pasti meyakini bahwa pria itu akan mampu melakukan apapun untuk tetap bersama wanita cantik di hadapannya. Bahkan melewati neraka atau menghancurkan satu dunia sekalipun.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Maina & Maxim
  • Bukan Istri Bayaran(End)
  • Arunicalla [TAMAT DI KARYAKARSA]
  • Toxic Relationship
  • Obsesi Kepada Teman Sekelas (END)
  • DeKaNa (END)
  • Because I Love You (The End)
  • hanya untuk bunda
  • Rendra & Lila [END]

Katanya aku manis. Polos. Bidadari tanpa sayap. Lucu ya, betapa mudah manusia jatuh cinta pada ilusi. Aku cuma belajar satu hal dari hidup: jadi korban itu menyakitkan. Tapi terlihat seperti korban-itu kekuatan. Kau tahu rasanya dipeluk oleh keluarga yang bukan milikmu? Dicintai, dimanja, lalu diam-diam disamakan dengan bayangan yang tak pernah bisa bersinar sendiri? Aku tidak minta dunia ini adil. Aku cuma ingin mematahkannya, seperti mereka mematahkan aku. Dan Maxim? Kakak sempurna yang dulu mengusap rambutku-sekarang kusebut nama dengan gigi terkatup. Dia pikir aku masih gadis kecil yang diam-diam naksir bayangannya. Padahal, sejak dulu aku ingin menghancurkannya, atau membuatnya bertekuk lutut. Tapi tenang, ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang dua luka yang tumbuh di tempat yang salah. Aku adalah hasil sampingan dari dunia yang katanya indah. Dan sekarang aku kembali-bukan untuk pulang, tapi untuk menyulut kebakaran terakhir.

More details
WpActionLinkContent Guidelines