Mimpi Setinggi Langit

Mimpi Setinggi Langit

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 2, 2023
"kalo gue gagal gimana?" "gimana kalo berhasil?" Semesta mempertemukan Arletta si pesimis dengan sosok manusia yang sangat optimis, seperti mengizinkan Arletta untuk belajar kalu tidak ada yang namanya gagal dalam mengejar sesuatu "lo tuh ga gagal, lo ga terlambat, lo tepat waktu Letta, ibarat pergi ke suatu tempat ga smua harus nyampe barengan ada yang berenti di tengah jalan bahkan ada yang muter balik karna belom matiin kompor HAHAHHA" Si optimis yang humoris walau lebih ke freak si sebenarnya, terkadang dia bingung kenapa bisa bertemu dengan manusia ini, tapi sepertinya kalo tidak bertemu manusia ini dia akan lebih bingung apa yang dia kejar sebenarnya.
All Rights Reserved
#315
mimpi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Deksa 's Diary
  • Arlitta (Completed)
  • the way you hurt me (ON GOING)
  • [END] Blind Rainbow
  • The Art of Letting Go
  • OSIS OR OH SHIT?!
  • LOSER'S HAPPINESS (END)
  • ALATAS

Alea Putri, siswi 17 tahun yang seharusnya disibukkan dengan tugas menumpuk dan urusan drama remaja pada umumnya, justru mendapati dirinya terjebak dalam sesuatu yang sangat aneh. Setiap hari, ia kembali bangun di hari yang sama. Lagi. Dan lagi. Percakapan teman-temannya sudah seperti rekaman yang diputar ulang. Bahkan, ia bisa mengucapkan kalimat Gurunya secara persis sebelum gurunya sendiri sempat mengatakannya. Semua itu terjadi dalam sebuah pola yang tidak pernah meleset Awalnya ia mengira ini hanyalah mimpi aneh yang kebablasan. Sampai ia menemukan sebuah catatan di dalam diary misterius tentang seseorang yang bahkan ia tidak ingat pernah ia sukai. Siapa dia? Apakah ini petunjuk? Apakah orang ini adalah jalan keluarnya? Atau justru ini yang membuatnya terjebak dalam putaran waktu yang tidak ada habisnya? Dengan rencana yang penuh drama, eksperimen yang lebih sering berakhir konyol, serta teori-teori aneh yang selalu gagal total, Alea mulai mencoba memahami misteri ini. Tetapi semakin lama ia terjebak, semakin ia menyadari satu hal-mungkin ini bukan hanya soal mencari sebuah jalan keluar, tetapi juga soal menyadari perasaan yang perlahan tumbuh tanpa disadarinya. Namun ada satu pertanyaan yang terus menghantuinya... Jika akhirnya ia berhasil, apakah nanti seseorang itu masih akan mengingatnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines