Grief
  • WpView
    Reads 517
  • WpVote
    Votes 70
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 27, 2024
Arsa Bratadikara belajar untuk menerima kenyataan bahwa orang yang ia kasihi pergi meninggalkannya untuk selama-lamanya. Tapi, dalam prosesnya, menerima kenyataan tidaklah mudah. Banyak hal yang harus Arsa lakukan untuk dapat memahami bagaimana cara merelakan kepergian orang yang ia kasihi sepenuh jiwanya. Inilah kisah Arsa, perjuangannya untuk keluar dari perasaan duka yang menyiksanya. (Update setiap hari jumat)
All Rights Reserved
#141
grief
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sunyi
  • Yang Tak Terucap...
  • A Letter to My Sister
  • Waktu?
  • Terjebak di Ruang Hampa
  • DIARY DEPRESIKU
  • Fight In The Box [SELESAI]
  • Between us
  • Auriga [END]
Sunyi

[BISA DIBACA LENGKAP DI KARYAKARSA] Di kelilingi banyak orang bukan berarti terhindar dari sepi. Semua orang punya poros mereka masing-masing dan tampaknya Caka tidak ada di salah satunya. Caka tidak hanya punya dua orang tua, tetapi empat. Banyak bukan? Namun, ia tetap saja terasa terasingkan di antara dua rumah tangga baru kedua orang tuanya. Seperti hanya Caka seorang yang tertinggal. Terjebak dalam gua yang hanya diisi sunyi. Bisakah Caka keluar dari sana? Atau justru akan terjebak selamanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines