Breakeven: A Sad Opening Story

Breakeven: A Sad Opening Story

  • WpView
    Reads 170,592
  • WpVote
    Votes 9,265
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 6, 2023
[Selesai direvisi 9 Februari 2016. Beberapa part diprivate] Jessica Aurelia. Bukan perempuan matrealistis, bukan peracik kopi sianida, tapi hubungannya diakhiri sepihak oleh Daniel Adiwijaya yang telah diyakininya sebagai cinta sejatinya. Setelah kalimat 'kita udah beda' yang membingungkan itu, Jessica hidup dalam tanda tanya yang berlarut-larut akan hubungannya dan membuatnya hampir terjaga tiap malam. Sementara Daniel? Kelihatannya ia menjalani hidup tenang tanpa luka, berbanding terbalik dengan Jessica. Jadi apa yang harus Jessica lakukan bila hal terbaik dalam hidupnya adalah Daniel, sementara dia hanya angin lalu bagi Daniel yang kembali hidup biasa-biasa saja tanpa dirinya? Apa yang harus ia lakukan saat menghadapi kenyataan bahwa prinsip "sekali untuk selamanya" miliknya adalah kebodohan yang tidak lagi eksis di abad ke-21 ini? Selamat mengikuti petualangan Jessica dalam mencari arti kata 'cinta' dan 'sejati' yang serasa berjarak akibat perpisahannya dengan Daniel. Sebab, meninggalkanmu tidak semudah yang dikira. ...I'm falling to pieces -Buku Pertama Breakeven Trilogy-
All Rights Reserved
#617
heartbreak
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Man On A Wire  (Breakeven Side Story)
  • Sweet RomanShit
  • AMERTA : The Last Embrace
  • I Hate You Or Love You?
  • Sekali Lagi (End)
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Clara si anak Berdarah Biru Kaya Raya Pembela Keadilan
  • SELEPAS KAU PERGI (END)
  • 【𝑾𝒊𝒍𝒍 𝑩𝒆 𝑴𝒊𝒏𝒆?】
  • DAN HATIKU MEMILIH KAMU

Hai, Jess, ini gue lagi. Ini gue yang pernah jadi bagian hidup lo kemudian pergi tanpa perasaan. Itu kata mereka. Mereka gak tahu bahwa kini gue seperti seorang pesulap pemula dalam atraksi menyebrang tali. Gedung di belakang gue adalah elo, Jess. Dan di gedung di depan gue, adalah masa depan tanpa dia. Gue harus berjalan. Tanpa tali pengaman, tanpa jaring pengaman, tanpa elo, Jess. Gue cuma bisa berharap pada harapan tertinggi gue: melupakan lo. Now you know, I'm just the man on a wire. Dan gue, gak sekuat yang mereka pikirkan. -Buku kedua Breakeven Trilogy-

More details
WpActionLinkContent Guidelines