Menilik Nadi

Menilik Nadi

  • WpView
    Lecturas 64
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 13, 2023
WpInfo
Poesía
Keindahan sastra dalam nadi Byakta. Puisi ini ditulis menurut: latar belakang; pandangan; kepribadian karakter Byakta Gemaruna dari rancangan ceritaku yang bahkan belum separuhnya usai. Antologi puisi by _kalabiru.
Todos los derechos reservados
#738
antologi
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Temporary |End|
  • Sepatah Kata
  • Langit Pemisah【END】[Sudah terbit]
  • ALTAR RASA | END ✓ |
  • Setelah Langit Berbisik (END)
  • Stilograf Tak Bertuan
  • Dia Dialeka [COMPLETED]
  • Jatuh Cinta itu Luka

Reyhan Alkantara "Biarkan angin ini menerpa kehidupan yang penuh akan kebahagiaan, kebahagiaan yang hanya sementara kita rasakan. Namun, setiap hembusan angin yang menerpa, aku mencoba untuk mengikhlaskan apa yang telah datang dan akan pergi layaknya daun yang melekat pada pohon dan diterpa angin untuk gugur." Hana Almeera "Jika hidup ini penuh dengan hitam putih, maka pelangi yang membuatku tersenyum semangat, karena warna indahnya yang datang setelah hujan, dan kamu hadir ketika hujan telah redah. Jika aku akan pergi seperti pelangi yang hanya nampak sementara, ikhlaskan seperti halnya angin yang telah mengajarkanmu arti itu semua." Dikuatkan oleh semesta, didewasakan oleh keadaan, dan dibahagiakan oleh seseorang yang belum pernah mereka temukan. Adakah yang masih mereka harapkan? Datang dan akan pergi. Ada. Namun, akan kah kembali? Akan kah putus asa ketika semesta mengajaknya bercanda?

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido