Wound With Medicine

Wound With Medicine

  • WpView
    Reads 88
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 9, 2024
Kamu selalu menjadi luka dan obat, dan aku akan terus menjadi pasien yang selalu terkena dual hal tersebut. Kapan aku bisa sembuh? Kapan bisa menjauh dari luka dan obat sedangkan aku sendiri selalu memaksakan diri ini untuk menerima dua hal tersebut. "Please pergi kali ini, jangan ada niatan buat balik lagi. Aku udah muak sama luka dan obat, lepasin aku, biarkan aku cari sendiri obat penyembuh tanpa harus terlukai lagi." "Kenapa? Obat yang selalu gua kasih emang gabisa nutupin semua luka-luka lo? Silahkan cari seseorang yang bisa nyembuhin luka lo. Obat penyembuh yang lo maksud itu cuma ada di diri gue." "Kamu... egois."
All Rights Reserved
#117
egois
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Karena Kamu Rumahnya
  • Adinda
  • SAMUDRA  [Revisi] ✔
  • I'm Not A Troublemaker #1
  • The Cool & Possesive Kakel
  • Zeyra And Her Clingy Boy (END)
  • Queen And Her Devil Boy {Completed)
  • DEAR LOVE
  • LINE OF DESTINY

"Gue datang karena cinta, berjuang karena yakin. Gue terus bertahan dan balik lagi buat dia, walau kadang rasanya capek sendiri. Tapi ternyata, takdir punya rencana lain. Gue dipertemukan sama lo-seseorang yang nggak pernah menghakimi gue, bahkan saat gue salah. Lo yang selalu ngargain sekecil apa pun yang gue kasih, tanpa nuntut balik." ~Aqevra Naylashine Al Zhafira~ Aqevra rela pindah sekolah demi berada di samping pacarnya-Calven Arelliano Freyx. Alasan Aqevra pindah bukan hanya sekadar itu saja. Tapi ada banyak hal yang... tidak semuanya harus diceritakan, bukan? Cukup ikuti saja perjalanannya. "Ternyata itu lo? Atau gue cuma halu karena mengharapkan lo datang? Tapi itu mirip sekali. Gadis manis, bersiap-siaplah untuk berpaling dari laki-laki tidak bertanggung jawab itu." ~Zevran Arelle Narellan~ Kesimpulannya adalah.... kamu punya cinta, tapi hanya Tuhan yang mampu membolak-balikkan hati dan perasaan, mengatur takdir yang tak bisa kita tebak atau lawan. Bagaimana jika orang yang kamu cintai justru menjadi alasan terbesarmu untuk terluka? Mampukah kamu bertahan atau memilih untuk pergi saat segalanya mulai runtuh? Saat janji berubah menjadi dusta, dan harapan perlahan memudar, apa yang akan kamu pilih: bertahan dalam luka atau mencari kebebasan yang baru? WARNING!!! Jangan cuma jadi penonton, ikuti cerita ini sampai titik terakhir. Karena jawaban yang kamu cari ada di sana. semua jawaban ada di halaman berikutnya....

More details
WpActionLinkContent Guidelines