Maudy untuk DEVATRA

Maudy untuk DEVATRA

  • WpView
    Reads 90
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 7, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Perceraian akan segera hadir." Maudy menunduk, wanita itu seketika lemas dengan jawaban yang barusan ia dengar. Ini bukan pertama kalinya Devatra mengucapkan hal yang demikian. Kalimat yang telah sering menghiasi Indra pendengaran. Maudy sedang berperang dengan hatinya saat ini. Harusnya dia bahagia disaat Devatra berniat menceraikannya tanpa meminta uang yang menjadi alasan Maudy ditahan. Akan tetapi, kenapa saat ini berbeda? Kenapa hati dan otaknya seakan bersorak tak ingin kehilangan sang suami? Tak rela jika Devatra benar-benar jatuh ke tangan Sonia. "Pergilah dari hadapanku, Maudy." Ucapan dingin Devatra terdengar sangat menyeramkan. "Tenangkan hatimu, bersyukur atas keputusanku. Yakinkan Omah bahwa Sonia adalah yang terbaik untuk seorang Devatra. Hutangmu untukku akan sirna," saran Devatra dengan tatapan angkuh. Maudy menatap Devatra tidak percaya. Wajah gadis itu kini telah basah. "Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Devatra menarik turunkan alisnya. Maudy memejamkan mata, lagi dan lagi benda bening merembes turun. Ia menarik napas dalam, kembali membuka mata, menatap Devatra dengan rasa tidak percaya. "Bolehkah aku memanggilmu pria kejam?" tanya Maudy dengan senyuman getir. "Kamu bajingan dan juga egois," sambungnya dengan nada lirih.
All Rights Reserved
#490
rumahtangga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEBUAH PERJALANAN DI SUDUT PENANTIAN(MAYOR TEDDY)
  • Zenna Story
  • Derita Istri Kedua Dosen
  • Painful By Accident (Completed)
  • Kahfi dan Yumna
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • Rieril
  • Leona[Hiatus]
  • Prema Sutram [Completed✔️]

NOTE : CERITA INI MURNI KARYA FIKSI SAJA DAN TIDAK ADA SANGKUT PAUTNYA DENGAN KEHIDUPAN PRIBADI TOKOH YANG ADA. KARANGAN INI SECARA GARIS BESAR ADALAH FIKSI ROMANSA. JADI, MOHON UNTUK TIDAK HERAN KALAU DI DALAM CERITA INI TIDAK ADA DETAIL-DETAIL MENGENAI KEGIATAN/PEKERJAAN MAYOR TEDDY SERTA TOKOH YANG LAIN. Malam ini terasa berbeda dari malam-malam sebelumnya. Malam yang tak lagi ditemani rindu-rindu kecil itu, malam yang tak lagi dihiasi perasaan cemas-cemas itu. Mungkin itu yang sedang ada di dalam kepala Senandung Nada Sea (Aca). Matanya tak lagi berbinar saat dering suara telepon masuk, karena dia tau suara favoritnya sudah tak mungkin menghubunginya. Yaa, hubungannya dengan Ezra benar-benar berakhir. Entah sudah sakit hati yg keberapa ini, tapi yang jelas keputusan Aca sudah tepat. Dia tidak bisa berlarut-larut dalam kebahagiaan palsu pada orang yang salah itu. Cinta sendirian memang sesakit itu. Ditengah sendunya malam, dia mulai teringat sosok yang pernah mengatakan "Nantikan aku di penghujung malammu, ketika yang kau temui bukan lagi rindu padanya tetapi rindu padaku". Yapp siapa lagi kalau bukan Teddy, laki-laki matang yang sedari dulu setia menanti perasaannya terbalas oleh si gadis ini. Dia membuka handphonenya dan melihat nama Teddy masih tersimpan rapi di kontak Wa-nya. Hanya sekedar melihat dan membuka daftar blokirnya. Egonya terlalu besar untuk berharap bahwa dia akan menghubungi Teddy. Juga akan terlihat sedikit jahat kalau kiranya Aca menghubungi Teddy disaat lukanya sendiri belum pulih. Terkesan hanya berbagi luka pada orang lama dan berharap orang lama itu bisa menjadi penenang sesaatnya. Ketika sayup-sayup malam mulai menampar dinginnya suasana, Aca memilih membaringkan badannya di kasur. Berharap besok pagi dia bangun dan pikirannya kembali segar tanpa embel-embel galau akibat berpisah dari pria toxic yang selama ini memukul mundur harapannya untuk hidup tenang dan bahagia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines