Maudy untuk DEVATRA

Maudy untuk DEVATRA

  • WpView
    Reads 69
  • WpVote
    Votes 57
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 7, 2023
"Perceraian akan segera hadir." Maudy menunduk, wanita itu seketika lemas dengan jawaban yang barusan ia dengar. Ini bukan pertama kalinya Devatra mengucapkan hal yang demikian. Kalimat yang telah sering menghiasi Indra pendengaran. Maudy sedang berperang dengan hatinya saat ini. Harusnya dia bahagia disaat Devatra berniat menceraikannya tanpa meminta uang yang menjadi alasan Maudy ditahan. Akan tetapi, kenapa saat ini berbeda? Kenapa hati dan otaknya seakan bersorak tak ingin kehilangan sang suami? Tak rela jika Devatra benar-benar jatuh ke tangan Sonia. "Pergilah dari hadapanku, Maudy." Ucapan dingin Devatra terdengar sangat menyeramkan. "Tenangkan hatimu, bersyukur atas keputusanku. Yakinkan Omah bahwa Sonia adalah yang terbaik untuk seorang Devatra. Hutangmu untukku akan sirna," saran Devatra dengan tatapan angkuh. Maudy menatap Devatra tidak percaya. Wajah gadis itu kini telah basah. "Kenapa kamu menatapku seperti itu?" Devatra menarik turunkan alisnya. Maudy memejamkan mata, lagi dan lagi benda bening merembes turun. Ia menarik napas dalam, kembali membuka mata, menatap Devatra dengan rasa tidak percaya. "Bolehkah aku memanggilmu pria kejam?" tanya Maudy dengan senyuman getir. "Kamu bajingan dan juga egois," sambungnya dengan nada lirih.
All Rights Reserved
#813
girl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rieril
  • Bagaimana hari ini? (END)
  • CAPTEN BASKET MILIK SASKIA [TAMAT]
  • Leona[Hiatus]
  • Stay (Away)
  • Painful By Accident (Completed)
  • SEBUAH PERJALANAN DI SUDUT PENANTIAN(MAYOR TEDDY)
  • Zenna Story
  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
Rieril

Menyadari keberadaan Eril, Eyra buru-buru mengusap wajahnya. Eyra kembali menoleh, kini dengan senyum manisnya seakan tidak terjadi apa-apa. "Ngapain?" Tanya Eril yang dijawab gelengan ringan dari Eyra. Eril ikut duduk di samping Eyra "ketahuan banget." Ujarnya lalu menarik Eyra ke dekapannya. "Eril Apa-apaan sih?" Kesal Eyra berusaha melepaskan diri. Bukannya melepaskan, Eril malah semakin mengeratkan pelukannya. "Udah, nangis aja gak ada yang liat juga." Mendengar itu Eyra berdecak "ngapain sih, dateng-dateng malah nyuruh nangis" katanya, kali ini sudah tidak ada penolakan di dalam dekapan Eril. "Gue gak tau masalah lo apa, tapi gue bisa ngerti lo ada masalah" ujarnya menepuk-nepuk bahu Eyra. "Gak usah ngejawab!" Tanpa diminta lagi, tangis Eyra pecah. Eyra menangis bersandar di dada Eril. Gak usah ngira ngira, kisahnya gak semenyedihkan itu kok. Penasaran kelanjutannya? Yok! Ikuti kisah satu ini!

More details
WpActionLinkContent Guidelines