Bibir indah yang dulu selalu tersenyum manis kini kembali tersenyum miris, mengingat banyaknya janji yang tercipta dengan laut didepannya ini yang menjadi saksi bisu atas janji mereka, janji yang katanya akan selalu bersama, yang akan terus memperjuangkan kisah mereka, yang katanya meskipun dia berada di ujung dunia sekalipun lelaki itu akan tetap menemukannya, walau dunia mengambil ingatan mereka, dia berkata atas janji tersebut mereka akan kembali bersama.
kekehan pelan yang dikeluarkannya saat menyadari betapa mirisnya ingatan itu, ingatan yang kembali membawanya ke hadapan laut ini.
wanita itu terus memandang hamparan laut yang mengandung sejuta kenangan, wanita itu kini mengerti arti kalimat yang sering mereka ucapkan "biar waktu yang memberikan jawabannya".
embun cair yang sedari tadi dipertahankannya kini luruh juga, satu isakkan yang sangat menyayat hati kini terdengar setelah sebuah memori melintas begitu saja diotaknya, isakan yang siapapun mendengarannya akan ikut merasakan kesedihan mendalam yang wanita itu rasakan.
Satu kertas indah yang cukup keras digenggamannya kini ditatapinya, menatap sebuah nama yang selalu menjadi kata pertama yang diucapkan ketika pagi menjelang, nama indah yang kini bersanding dengan sebuah nama indah selain miliknya.
"ananta...."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang