Story cover for ALAMANDA VALLEY by sarnasalar
ALAMANDA VALLEY
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
Ongoing, First published Aug 04, 2023
Apa itu kebahagiaan? Apa itu benar dan salah? Kenapa semua terlihat abu-abu? 

Dunia ini adil? 

Tidak .... jelas tidak. 

Pikiran melayang jauh ke depan, tertampar berbagai realitas yang menghujam. 

Cerita ini bukan hanya sebuah novel karangan, melainkan wujud dari sebuah kekecewaan seseorang remaja yang dikemas dan disamarkan. 

Kecurangan dianggap wajar? Apakah negeri ini begitu indahnya, hingga mewajarkan hal itu?
Apa yang bisa kulakukan? 

Tidak ada, sayang sekali.
All Rights Reserved
Sign up to add ALAMANDA VALLEY to your library and receive updates
or
#132pemberontakan
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
Bawa Aku Pulang  cover
Dangerous Alea(Hiatus) cover
Tanya Pada Waktu (On Going) cover
ALZENA (THE GATE UNDER THE WATER) cover
SERENITY (END) cover
My Dangerous Boy cover
Perjuangan Terakhir Keira  cover
Waktu?  cover
"Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka" cover

Bawa Aku Pulang

11 parts Complete

"Keluargamu adalah penyebab dari semua insiden ini, dirimu dan keluarga kesayanganmu hanya mementingkan kepentingan pribadi kalian tanpa memikirkan orang lain, mata kalian sudah dibutakan oleh ketamakan". Emosi Dean sudah tidak tertahankan, air mata keluar membasahi sebagian wajahnya yang lusuh, bersamaan dengan beban pikiran yang selama ini dia hadapi. "Apa yang kau katakan Dean? bukankah kita sudah saling mengenal, kau tau bahwa aku tak seperti itu" "Diam, kau tau? kau tak pantas untuk berbicara padaku, bahkan setelah semua hal yang sudah aku lakukan untukmu, ini yang kau lakukan untuk membalasku?". Dean memalingkan mukanya, dia tidak tahan melihat muka meminta belas kasihan perempuan di depannya. Dean langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan perempuan itu sendirian tanpa menoleh ke belakang sedikit pun. Hujan yang awalnya hanya mengeluarkan rintik rintik airnya, tiba tiba seakan-akan mengeluarkan badai yang menggilas semua hal yang dilewatinya. Sesosok perempuan duduk termenung di tengah hutan, sedang menangisi apa yang baru saja menimpanya barusan. "Tidak tidak, aku tidak boleh seperti ini, aku harus memperbaiki semuanya, aku tidak sendirian, Dean pasti akan kembali padaku, semoga saja".