The World Must Change

The World Must Change

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 5, 2025
Cerita berlatar di London tahun 1897, ketika Dr. William dipanggil oleh Detektif Holmes untuk menyelidiki sebuah surat anonim yang memperingatkan pembunuhan di rumah nomor 13, Kensington Road. Di rumah itu tinggal Mrs. Anna, seorang janda. Setelah memeriksa rumah dan menemukan tanda-tanda kejanggalan, Holmes dan William berjaga hingga tengah malam. Seorang pria misterius masuk dan ternyata adalah Johan, suami Anna yang dianggap sudah meninggal 20 tahun lalu. Namun surat ancaman itu bukan ditulis olehnya. Pelaku sebenarnya adalah Keane Edward, mantan rekan Johan yang dulu membakar pabrik dan ingin menutupi kejahatannya. Holmes menemukan Edward bersembunyi di dalam lemari, dan kasus pun terungkap. Namun cerita ditutup dengan sebuah misteri lebih besar: bahan kimia hasil curian Edward ternyata terkait dengan peristiwa kelam di tahun 1875, ketika Holmes dan William gagal menangkap seorang pembunuh berbahaya yang dikenal sebagai Jack the Ripper.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Blueprint Pelarian Villain
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines