Anak kecil itu tak pernah menangis, bahkan ketika ibunya tidur untuk selamanya; terkubur dalam gundukan tanah dan pergi selamanya. Tak ada yang tahu mengapa ia tak menangis.
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Kita sama-sama lelah membungkus mata dengan langit senja dari negeri khayalan. Bibir kita sama-sama muak mencecap permen kapas yang telah basi.
Aku, kamu.
Mari kita telanjangi sakitnya.
Sampai hati dan tubuh kita mampus.