Hidden Wife

Hidden Wife

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 6, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Saya menikahi kamu itu hanya sebuah kesalahan dan bentuk tanggung jawab saya,Mana sudi saya menikahi janda seperti kamu".ucap gilang dengan tangan mencengkaram kedua pipi citra dan melepaskannya dengan cukup keras hingga citra jatuh kelantai dengan keadaan bibir sudah berdarah. Hanya tangisan pilu yang terdengar dari citra "Hiks hiks hiks ma maaf mas,maaf kalo aku terlalu lancang dirumah kamu.tapi aku hanya menjalankan tugas sebagai istri".jawab citra dengan suara pelan. "Jangan mimpi kamu,kamu dirumah ini hanya seorang pembantu.status kamu sebagai istri hanya diatas kertas".ucap gilang dengan menjambak rambut citra."dan satu lagi,ingat! bahwa kamu saya sembunyikan dari keluarga besar saya maupun orang lain".sambil melepaskan jambakkan dari rambut citra,setelah itu gilang pergi meninggalkan citra dengan keadaan kesakitan. . . . . . . Apakah citra mampu mempertahankan rumah tangga nya dengan gilang?
All Rights Reserved
#96
pertengkaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Remember Me As A Time of Day✅
  • Your Secret in Our Marriage (END)
  • SHALL WE? (END)
  • Narasi patah hati
  • Pilau Cinta Ayunda (Completed✓)
  • syanin
  • TRAUMA!

Tidakkah kau rasakan waktu berlalu begitu cepat? Ia hampir saja membuatku melupakan satu hal yang paling menyakitkan tentang dirimu. Tentang kau yang tiba-tiba hilang seakan ditelan bumi. Tentang lenyapnya impian yang pernah kita rangkai bersama. Hidup bahagia dalam bahtera rumah tangga. Dan membangun sebuah keluarga kecil yang bahagia. Bahkan semua itu telah kita susun sedemikian apik dan terlaksana sesuai harapan. Namun ternyata kenyataan menamparku dengan kepergianmu. Kehidupan kita yang aku damba-dambakan sekarang hanya menjadi sebatas imajinasi. Sejak kepergianmu tak ada satu haripun yang aku lewati tanpa memikirkanmu Berulang kali ku paksa memoriku untuk memutar deretan hari yang kita lewati bersama kedua buah hati kita sebelum kepergianmu itu, berharap aku bisa menemukan jawaban atas semua pertanyaan-pertanyaan yang menghantuiku. Namun tak ada satupun dari rentetan kenangan itu yang menjawab kegelisahanku. Sampai akhirnya waktu, benar membuatku terbiasa. Mencoba menghapus semuanya meski seringkali dadaku sesak karena tangis yang tak bisa kulepas. Dan kini sudah dua tahun kisah kita berakhir tanpa kata pisah Dan takdir seolah mempermainkanku dengan mempertemukan kita kembali secara tidak sengaja Kau masih sama, tidak ada yang berubah Kau masih seperti sosok yang dulu membuatku jatuh hati Tapi yang membuatku terpukul adalah Tuhan merenggut ingatanmu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines