MENUJU 25
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 7, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Kamu pernah mikir gak sih soal filosofi orang orang tentang rumput? Mereka bilang "tanyalah pada rumput yg bergoyang" seolah-olah mereka benar-benar akan menjawab saja. Orang-orang juga bilang kalau "dimana-mana rumput tetangga memang lebih hijau" seolah-olah yang bisa tumbuh di halaman tetangga cuma rumput hijau saja. Aku sendiri selama 24 tahun hidup, belum sepenuhnya paham tentang alasan mereka bicara soal rumput, yang aku pahami rumput itu diciptakan untuk memberi kepada yang lain walaupun mereka tidak pernah diberi, malah kadang keberadaan mereka di anggap pengganggu untuk tanaman lainnya atau orang orang hanya sekedar ingin lingkunganya terlihat modern sehingga di papas habis mereka dan tergantikan dengan jalanan bebatuan. Rumput diam di halaman dan tempat-tempat lain yang membutuhkanya, mereka menahan air hujan dan menjaga kelembaban serta kesuburan tanah yang mereka tinggali. Bukan hanya itu, mereka juga menghibur manusia-manusia penuh pikir dengan indah kehijauannya. Aku adalah salah satu penikmat kehijauan rumput sedari kecil hingga saat ini aku sudah menuju 25 tahun. Usia dimana katanya manusia akan membuat keputusan besar di hidupnya. Aku penasaran apakah akan ada makna baru tentang rumput yg bisa kupahami ketika aku sudah di titik 25 nnti? Dan aku penasaran tentang keputusan besar apa yg akan kubuat nantinya.
All Rights Reserved
#16
quarterlifecrisis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Jika Takdir Telah Ditentukan
  • Syal Merah
  • ᴘᴜʀᴀ ᴘᴜʀᴀ ᴄᴜᴘᴜ?!
  • Untouchable
  • Way To You (END)
  • Okay, We're Married on July
  • Lubuk Aksara
  • pernah yang tak kan terulang kembali(love story from the author)
  • Regards, Natashira (END)

Suamiku tidak mencintaiku, saudari seayah beda ibuku ternyata seekor ular beracun, dan hidupku tidak baik-baik saja. Bahkan suami antagonis dalam sinetron murahan pun jauh lebih baik daripada suamiku yang membuatku sakit, sekarat, lalu mati. Benar-benar kurang ajar! Barangkali semesta menaruh simpati terhadapku hingga memberiku kesempatan kedua. Aku kembali ke masa sebelum terjerat pernikahan konyol dengan mertua yang sifatnya mengalahkan ibu tiri dalam serial picisan. Mengejar cinta suamiku? Humph! Mimpi! Aku tidak peduli dengan keluarga maupun suamiku. Kuputuskan meninggalkan mereka, menyepi ke pinggiran kota, dan membangun kehidupan baru yang ideal bagi orang sepertiku. Namun, memang dasar setan! Mereka masih saja mengganggu dan berharap aku akan bersedia mengorbankan kebahagiaanku demi sesuap kasih sayang semu! Sialan! Jambu! Beri aku ibu peri! Sekarang! "Mau jadi menantuku, Sayang?" Tetanggaku, seorang nenek mencurigakan yang mungkin saja penyihir, menawarkan cucunya kepadaku. Memangnya apa yang bisa kulakukan? Tentu saja menerima pernikahan tersebut! Dengan begitu mantan suami dan mantan keluarga yang berengsek itu takkan bisa menyentuhku. Jenius! "Sayang, yuhuuuuu! Aku datang!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines