Sudut Paling Sunyi

Sudut Paling Sunyi

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 23, 2026
Dunia hanya kehidupan yang penuh dengan tipu-tipu. Tak peduli apapun perasaanmu ketika menghadapi, dunia akan tetap pada hakikatnya. Ia tak akan segan untuk membuatmu menderita. Ia tak akan segan membuatmu terluka, bahkan jika kau hilang pun dunia juga tetap sama. Terkadang kita hanya perlu menjalani saja, seberat apapun rasanya. Terkadang kita hanya perlu bersyukur saja, meskipun kebahagian hanya datang sebagaimana datangnya senja, hanya sesaat. Lalu apa? Hilang. Mungkin akan kembali lagi, namun dengan kebahagiaan dan luka yang berbeda. Dan laki-laki penyuka permen itu adalah buktinya. "Lo mau permen?"
All Rights Reserved
#448
gelap
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Casual Heart
  • ANGKASARAYA
  • Esperanza ✓
  • Dirgantara
  • Seumpama Senja "Jangan Menyimpan Rasa Jika Tak Kuasa Menahan Rindunya"
  • Senandika : Titik Temu

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines