Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Aug 9, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Banyak yang mengatakan bahwa Relia adalah Malaikat, yang mampu menghilangkan rasa sakit seseorang dengan hanya sebuah sentuhan lembut darinya. Namun Relia menyangkal semua tudingan itu, kalau dirinya adalah malaikat penghilang rasa sakit, kenapa di usianya yang baru menginjak 17 tahun ia sudah kehilangan seluruh keluarganya dan membuatnya menjadi sebatang kara? Relia tahu, apa kelebihan serta kekurangannya, hingga suatu ketika ia berada di lingkungan baru dan bertemu dengan seseorang yang memanfaatkan kelebihannya tanpa tahu apa konsekuensi yang di harus di Terima usai menggunakannya sebagai penghilang rasa sakit. "Jangan ajari aku arti sebuah kehilangan, aku sudah banyak kehilangan sesuatu dalam hidupku. " -Start 6 Agustus 2023- ON GOING
All Rights Reserved
#196
coolgirl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Trust
  • Altezza Reiki ( REPOST ULANG)
  • ANTARA
  • Aerilyn
  • VizA
  • ALEANGGA [On Going]
  • Lembayung Terakhir
  • I Never Loved My Ex [End]
Trust

Hidupnya indah, pada masanya. Satu masalah datang membuatnya bertransformasi menjadi dia yang lain, yang tak dikenal dan tak mau dikenal. Hidupnya berubah hitam, monoton, tak bergairah. Namun, ketika muncul setitik harapan cerah yang datang untuk membantunya kembali bangkit, hal lain muncul. Ragu itu muncul ketika harus dihadapkan pada kata percaya. Percaya untuk percaya dengan ketulusannya, atau tidak percaya karena banyak asumsi buruk yang berputar di kepalanya. Bagaimana jika ketulusan itu hanyalah kepalsuan? Ketika ia percaya, hanyalah penyesalan yang tercipta. Namun, bagaimana jika sebaliknya, ketulusan itu benar-benar sebuah ketulusan? Namun, pada kenyataannya ia masih berada di antara keduanya. Berpikir antara ya dan tidak, antara percaya dan tidak percaya. Terpaku pada garis yang sama, dengan satu ragu untuk memilih jalan yang mana. Ia tak mau salah untuk memilih. Lagi. Karena terakhir kali ia percaya, yang dipercayai mengkhianatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines