Yang Tak Pernah Sampai

Yang Tak Pernah Sampai

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, sep 12, 2023
ini tentang ungkapan hati, yang hanya bersarang di dada atau kepala. Kalimat yang seringnya tercekat di kerongkongan, karena sulitnya keadaan untuk mengutarakan atau juga ketidak beranian yang dominan. Ungkapan kerinduan, rasa cinta selama bertahun-tahun bahkan patahnya hati seorang anak. Di sini, semuanya bebas berpesan, menggurat kalimat yang mungkin hampir sekarat. Inilah kata mereka, buat hal-hal yang hanya bisa diterima dalam diam tanpa penolakan. Dari mereka, yang takan pernah sampai kepada penerima. ©Alidrisiekaa18 pict-nya kudapat dari Pinterest lalu font-nya hasil utak-atik PixelLab
Todos los derechos reservados
#236
surat
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • PERAYAAN PATAH HATI
  • Perihku Ditinggalkan
  • DENTING  [Revisi]
  • INKONSISTENSI RASA (TERBIT)
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU
  • Antara Aksara dan Kata
  • Cinta Tapi Cinta?
  • Dear... Nadin From *Anonymously*[Selesai√]
  • Random Story
  • PROSPECT HEART (End)

"Tidak semua luka harus sembuh, sebagian justru layak dikenang..." Dalam kumpulan cerpen ini, patah hati bukan sekadar akhir dari cinta, tapi sebuah perayaan-tempat kenangan, luka, pengkhianatan, dan keheningan duduk bersama dalam satu meja, meneguk air mata sebagai anggur malam. Perayaan Patah Hati menghadirkan kisah-kisah manusia yang berjalan limbung di lorong sunyi kehilangan: Seorang pria yang dihantui masa lalu mantan istrinya, hingga iblis dalam dirinya menampakkan wajah... Perempuan yang mencari makna di balik mimpi-mimpi gelap setelah kekasihnya hilang tanpa pesan... Sebuah surat yang tak pernah sampai, ditulis di antara jeda hujan dan bunyi ambulans... Dan cinta-cinta lainnya, yang menyublim dalam kata, menyakitkan namun indah dikenang. Dengan gaya bahasa yang manis dan penuh diksi metaforis, buku ini mengajak pembaca merayakan rasa sakit, menyelami kedalaman luka, dan menatap cahaya kecil di ujung sepi. Karena tidak semua patah hati harus dilupakan-sebagian dituliskan, dirayakan, dan dijadikan rumah bagi yang pernah tersesat.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido