Prasatya dan Lukisannya

Prasatya dan Lukisannya

  • WpView
    Lecturas 81
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, feb 26, 2024
WpInfo
Fanfic
Enhypen
Keheningan gulita malam terasa begitu sunyi, aku terjebak dalam lelapnya tengah malam di halte itu. Aku tak bisa membedakan manakah realita dan mimpi, tetapi pertemuan kita terasa begitu indah dengan bau amis darah di sekujur tubuhmu. Aku sangat bersyukur malam itu diusir dari rumah yang bagaikan neraka. Aku tak menyangka diambang kesakitan dan kesedihan ini bisa bertemu dengan malaikat yang sedang membutuhkan kehangatan dan kasih sayang. Kamu, Prasatya Chandrawana Lentera. Malaikat yang kutemui diwaktu yang tepat, sesuai namamu 'Lentera' kamu bagaikan cahaya yang datang didalam hidupku yang penuh kegelapan. Seorang pelukis yang sangat menyukai laut serta malam, orang yang menyukai buku novel fantasi, nilaimu yang selalu bagus di semua mata pelajaran, kamu terlalu sempurna untuk hidup di dalam kenyataan yang pahit ini. Walaupun begitu, tak seharusnya kamu memaksakan diri untuk pergi. Sesuka itukah kamu dengan laut? sampai-sampai menyatu dalam ombak yang tenang itu?
Todos los derechos reservados
#116
lukisan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Everytime [end]
  • Tenang dalam pelukan laut
  • Ini Seremm Lho!!! (Enhypen)
  • laut yang membawanya pergi (END) ✓
  • PURE ANGELS
  • LOVE OR DIE  || HEESEUNG
  • REVENGE (Don't Be Alone)
  • Seana or Seano

Namanya Jung Eunji, gadis itu cantik dengan pita warna merah dikepalanya. Dia sahabatku, sejujurnya aku tak menganggapnya sahabat, melainkan seseorang yang istimewa. Kesan pertama kami bertemu, aku sudah berani mencium pipinya. Dia sangat manis dan lucu. Aku rasa aku mulai menyukainya. Jung Eunji dan Kim Jongin, ah itu menggemaskan sekali. Tahun ini kami bertemu lagi, setelah hampir lima belas tahun tak bertemu lagi. Dia bertambah cantik dengan rambut yang digerai lurus sampai punggung. Senyumannya manis, tak berubah sejak dulu. Ini akhir musim gugur, dimana kami dulu berpisah. Dan aku merasa kali ini akan ada perpisahan lagi setelah pertemuan kami yang kesekian kalinya. Ia tahu jika aku adalah Kim Jongin yang dulu, padahal aku sudah mati-matian ingin menyembunyikannya. Alasannya cukup sederhana, aku tidak ingin Jung Eunji menangis. Hey, Eunji-ya. Aku benci dirimu yang cengeng! Kau itu dulu menyebalkan dan suka menguntitku. Jujur aku suka, tapi itu telalu malu untuk ku ungkapkan. Kau tahu, seberapa aku menyukaimu? Haha, aku suka sekali. Aku pernah berharap pada satu musim gugur, aku memohonnya dibawah pohon maple ketika umurku menginjak dua puluh tahun. Jika nanti jika kita bertemu aku janji akan mengabulkan satu permintaanmu, yang terakhir kalinya. Saat itu aku sangat merindukan dirimu, rindu sekali. Beribu malam kulewati, dan aku mendapati permintaamu yang terakir kali kemarin. Kau ingin menghabiskan akhir musim gugur ini bersama denganku bukan? Tapi aku lebih berharap kau bisa memberikan maaf terlebih dahulu untukku. Permintaanmu yang terakhir tak bisa kukabulkan. Maaf, Jung Eunji, aku bukan Tuhan yang bisa hidup semauku. Aku juga bukan malaikat yang bisa hidup berjuta tahun untuk menjagamu. Aku hanya manusia biasa seperti orang-orang. Tapi bedanya karena aku mencintaimu. Terima kasih, kuminta jangan pernah lupakan aku. Written by :: putchicolate 15 June 2018

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido