Empty Soul

Empty Soul

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 6, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Di hari nya sedang hujan badai,disertai kilatan petir dan suara Guntur yang terdengar menakutkan.. Di sebuah ruangan atau lebih tepat nya kamar,terlihat seorang remaja yang sedang menatap langit-langit kamar dengan kosong,mata itu kehilangan cahaya nya Kalau penasaran silahkan baca maaf kalau tidak sesuai ekspektasi kalian yaaa mungkin sedikit gaje hahaha *Mungkin bxb juga jadi jangan salah lapakk* maaf kalau ada Typo ya
All Rights Reserved
#4
pindah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • sraddah (on going)
  • MAVAKA
  • Jadi Baby?! [Lengkap]
  • War is Over, isn't it? [ END ]
  • No Time To Die
  • Rain Drops ( On Going )
  • 3.478 MDPL, Menapaki Cinta Di Lereng Harapan
  • Black Out III
  • Aku Dan Dimensi Hujan

mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines