Story cover for Empty Soul by nadyaaaaakakak
Empty Soul
  • WpView
    Leituras 1
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
  • WpView
    Leituras 1
  • WpVote
    Votos 1
  • WpPart
    Capítulos 1
Em andamento, Primeira publicação em ago 06, 2023
Di hari nya sedang hujan badai,disertai kilatan petir dan suara Guntur yang terdengar menakutkan..

Di sebuah ruangan atau lebih tepat nya kamar,terlihat seorang remaja yang sedang menatap langit-langit kamar dengan kosong,mata itu kehilangan cahaya nya




Kalau penasaran silahkan baca maaf kalau tidak sesuai ekspektasi kalian yaaa
mungkin sedikit gaje hahaha
*Mungkin bxb juga jadi jangan salah lapakk*

maaf kalau ada Typo ya
Todos os Direitos Reservados

1 capítulo

Inscreva-se para adicionar Empty Soul à sua biblioteca e receber atualizações
ou
#578jiwa
Diretrizes de Conteúdo
Talvez você também goste
Black Out III, de Alya_M24
17 capítulos Concluída
"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.
[Yeongyu / Beomjun] SURGA KITA SENDIRI - COMPLETED ✅, de trashbeans_
10 capítulos Concluída Maduro
"BEKAL buat siapa?" Beomgyu mendongak. Atensinya berpindah dari kotak bekal lucu di atas meja ke wajah ibunya yang mengernyit penuh tanya. Habis, tidak biasanya Beomgyu menghias bekal makan siang sampai selucu ini. Sempat bingung sedetik harus jawab apa, akhirnya Beomgyu menggeleng. "Buat aku. Makan siang." "Tumben." "Makan siang sama Yeonjun," imbuhnya lagi. Alis ibunya sedikit terangkat. "Oh, yang akhir-akhir ini suka numpang Wi-Fi di sini?" "Numpang Wi-Fi sambil ngerjain tugas, Ma. Iya, Yeonjun yang itu." Tak ingin terperangkap lebih dalam oleh ribuan pertanyaan lain dari ibunya yang ia yakini ada, yang ia tahu juga bahwa mata sang ibu sedang mengekorinya dengan curiga, maka Beomgyu segera menyelesaikan aktivitas menghias bekal itu. Ia buru-buru kabur meninggalkan dapur karena salah tingkah, tidak ingin sampai ibunya menangkap gelagat lain yang ia munculkan dengan tidak sengaja. Seperti, misalnya, pipinya yang mendadak jadi merah muda, atau suara degup jantungnya yang seolah bisa menembus rongga dada. Sedapat mungkin ia harus lari dari pertanyaan yang tak ingin ia jawab. Tapi sayang, ibunya selalu lebih cepat daripada apa pun. "Cuma buat makan sama Yeonjun, tapi kok bekalnya dihias sampe seniat itu? Ada apa?" Mati. Apakah ini salah satu tanda ibunya mulai curiga? --- Genre: School-life, Boys Love, Hurt/Comfort, Heavy Angst with Sad Ending Rating: R Trigger warning: Homophobic environment, rejection, character death (tragically), physical and verbal abuse, violence, abandonment.
sraddah (on going), de bobleejompyy
13 capítulos Concluída
mata lentik itu terbuka saat matahari menerpa wajah nya, dia terduduk dengan keadaan bingung dan heran, seingatnya dia tadi sudah mati karna di bunuh, kenapa dia disini?. "nyonya, segeralah bersiap tuan sedang menunggu nyonya di ruangannya" *** "seperti keinginan mu waktu itu, aku mengizinkan mu untuk pergi dari kastil dan hidup sebagai rakyat biasa, sebagai pengakuan kesalahan mu Karna telah melukai nyonya meneer waktu itu" hah?, wah wahh baru saja merasakan hidup enak malah jadi hidup susah, tapi tak apalah dari pada disini aku merasa kurang nyaman. "baik tuan aku akan bersiap untuk pergi, terimakasih telah memberikan hukuman yang tak berat, saya akan berangkat malam ini" "yah hiduplah menjadi rakyat nyonya, agar Anda tak merasa anda selalu berkuasa" "baik tuan saya izin pamit, terima kasih karna menerima maaf saya" "ya pergilah, ini koin untuk anda bertahan hidup, carilah kerja dan hidup lah dari uang hasil kerja keras mu nyonya" "tentu, saya izin pamit" aku pergi dari ruangan nya, benar aku harus segera bersiap, dan harus berkerja keras dan lebih giat lagi. "nyonya tuan muda sedang menangis sekarang, maaf nyonya saya bukan bermaksud untuk mengangu nyonya tapi lihat lah tuan muda dulu" WTF lah nie tubuh dah jadi emak emak?, yaudah lah gue Bawak ajah tu bocah "antarkan saya ketempat tuan muda" "lewat sini nyonya" yukkk mampirrr kalau kepooo kelanjutannya🤭 Arti judul bisa di lihat di capt 13 Cover by canva and pinterest
Talvez você também goste
Slide 1 of 10
Black Out III cover
GAVILEON [END] cover
3.478 MDPL, Menapaki Cinta Di Lereng Harapan cover
MAVAKA cover
[Yeongyu / Beomjun] SURGA KITA SENDIRI - COMPLETED ✅ cover
Rain Drops ( On Going ) cover
Luluh [End, Yaoi/BL Lokal] cover
sraddah (on going) cover
Jadi Baby?! [Lengkap] cover
Hujan Bulan Juli cover

Black Out III

17 capítulos Concluída

"Ini mati listrik yang... luar biasa..." -Sungwoon- "Apa ini perbuatan alien?!" -Minhyun- "Kenapa kalian begitu histeris?" -Jaehwan- "Apa dia masih hidup?" -Woojin- "Tidaaak!!!" -Seongwoo- "Tidak! Aku buta!" -Daniel- "Tubuhnya tidak bergerak sama sekali, merespons juga tidak!" -Guan Lin- Sungguh malam Minggu yang hebat. Dalam benak kami terlukis sebuah pemandangan indah di malam Minggu, meski para jomblo konon menderita pada malam tersebut oleh kutukan yang terkadang sulit dicabut itu. Malam ini berbeda 180 derajat, tak pernah seumur hidupku terbayang akan malam menakjubkan ini. Kalangan yang takut akan malam ini tak hanya kami yang masih lajang, mereka-mereka yang sedang menjalani hubungan pun tak akan absen dalam memproduksi jeritan. Apa hanya jeritan? Mungkin air mata pun ikut serta. Beruntung sekali diriku masih waras setelah mengarungi malam yang panjang ini. Hanya rembulan dan cahaya ponsel sebagai alat bantu kami dalam petualangan di kegelapan. Kisah yang tertuang pada malam ini benar-benar di luar nalar. Siapa sangka berdiam di dalam rumah itu aman? Siapa sangka yang tadinya kawan bisa menjadi musuh? Siapa sangka yang baru saja tersenyum tulus tiba-tiba menancapkan pisau ke dada kita satu detik kemudian? Siapa sangka orang yang satu menit lalu berbincang bersama kita, satu menit kemudian ia ditemukan sudah terkapar di lantai dengan tubuh bersimbah darah? Bahkan seorang peramal pun tak akan sanggup menerawang perihal untaian kejadian malam ini dengan tepat. Hanya Tuhan yang tahu akan misteri itu. Di sini kami melewati malam ini dengan mempertahankan nyawa. Aku dan kumpulan lelaki tersebut sungkan tak sungkan harus ikut menyumbangkan cerita kami untuk malam ini, atau mungkin menyumbangkan jiwa dan raga? Tak ada yang tahu. -Sua (Reader/OC)- *CERITA MENGANDUNG KEKERASAN. MOHON UNTUK TIDAK DITIRU.