Memeluk Luka

Memeluk Luka

  • WpView
    Reads 79
  • WpVote
    Votes 31
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 5, 2023
Setiap manusia punya cerita. Entah itu sedih, kecewa, maupun bahagia. Setiap luka pasti ada obatnya, entah disembuhkan waktu atau hadirnya orang baru. Memeluk Luka adalah kumpulan cerita pendek hasil pengamatan dari sekitar dan curhatan orang-orang. Selamat membaca, semoga suka, dan jangan lupa bahagia! Salam sayang, Author yang cutenya kebangetan. Pict cover by Canva
All Rights Reserved
#34
kumcer
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sudut Luka Nazea
  • Sebelum Luka
  • STORY KEISHA (TAMAT)
  • Persembahan Jarak
  • Lika-Liku Luka Lara
  • Paradise
  • You Are Mine [Terbit]
  • Aluka (Proses Penerbitan)
  • Kisah Cinta Mereka
  • Valcano

"ketakutan terbesar seorang anak adalah perpisahan orang tuanya. Kehilangan mama dan papa sama halnya dengan kehilangan seluruh napas. Enggak ada mama sama papa rasanya sunyi dan hampa, rasanya berkali-kali lipat lebih sakit dari apapun. Dunia juga terasa sudah tidak berarti." ~Queenza Nazea Azalea ˚₊‧꒰ა☁️☁️☁️໒꒱ ‧₊˚ Di ajarkan melangkah, meski tertatih-tatih dan berujung jatuh. Di latih menapaki tangga meski berulang kali terhenti karna lelah. Bagi nazea, hal yang paling menyedihkan adalah ketika dihadapkan dengan kehancuran keluarga. Nazea benci perpisahan. Karena nazea tidak suka di tinggalkan. Nazea benci sendirian, karena nazea kesepian. Namun, apa yang sudah retak, akan tetap pecah. Pada akhirnya, meskipun nazea tidak suka, nazea harus menerima. Ada yang mengangkat tangan tinggi-tinggi seraya menjerit tak sanggup, ada yang menyembunyikan kepedihan sekuat mungkin sembari terus menerus mengulas senyum. Karena hanya diperuntukkan dua pilihan, bertahan atau menyerah? Atau lebih tepatnya, mampukah berdiri di atas ubin keikhlasan? "lagi, dunia kembali mempermainkan hidupku. Namun, sampai kapan?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines