Welcome To The Hell Delora

Welcome To The Hell Delora

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 28, 2023
Delora Mallory, gadis paling malang didunia. Ia selalu tidak beruntung dalam segala situasi, baik dalam kehidupan keluarga, pertemanan, maupun percintaannya. Berbagai hinaan, siksaan, baik fisik maupun mental telah ia dapatkan, namun hal tersebut tak membuat Delora berniat mengakhiri hidupnya. Delora harus bertahan hidup, ditengah-tengah nasib malangnya tersebut. Ia harus menahan hatinya setiap hari mendapati betapa kejamnya perilaku orang tuanya terhadap dirinya. Delora yakin, seberat apapun masalah yang ia hadapi saat ini, bunuh diri bukanlah jalan satu-satunya untuk menyelesaikan masalahnya. Meski begitu tak jarang jika ia merasakan sedih yang berlarut Delora selalu menahan dirinya agar tidak menyerah, ia juga selalu berdoa agar Tuhan segera mungkin bisa memangilnya lebih cepat.
All Rights Reserved
#23
toxicparent
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]
  • Dua Antonim: Akulah Manusia Biasa Itu
  • Perihal Sandwich(End)
  • Mon Amour, Mon Poison
  • Kembar Berbeda || Haechan [TERBIT]

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines