Hidup Itu Luka

Hidup Itu Luka

  • WpView
    Membaca 1,585
  • WpVote
    Vote 535
  • WpPart
    Bab 31
WpMetadataReadLengkap Kam, Des 26, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
Setiap insan ada masanya. Setiap masa ada insannya. Jikalau semesta berkehendak, atma yang dipilih tak akan bisa lepas dari takdirnya. Begitu juga dengan Harmony atas segala derita laranya dalam kehidupan bak orang ketiga. Menyukai seseorang yang sama dengan sahabatnya membuatnya harus memilih untuk mengikhlaskan atau mempertahankan. Pulau Dewata memanglah sangat indah, namun tidak dengan kisah seseorang di dalamnya. Pulau yang digadang-gadang sebagai pulau seribu pura, menjadi saksi bisu atas garis nestapa dari kelabunya kehidupan. "Ini tentang aku, kamu, kita, dan semesta. Di sebuah pulau Dewata yang penuh dengan riang dan lara." "Aku akan memilih" Diam... Pergi... Dan menghilang dari kehidupan...
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#43
memory
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Paradise
  • Obstinate
  • Benalu [Terbit]
  • Rumah yang kuRindukan [OPEN PO] {Bab 20 dst unpublish demi kepentingan terbit}
  • Senja yang mendung
  • PHILIA -Story Of Viera- ( END )
  • Spring Girl Beauty||HARUMI [END]
  • Tomboyish Girl [Proses Penerbitan]
  • Evanescent [END]✓
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan