I want freedom

I want freedom

  • WpView
    Reads 14
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 6, 2023
WpInfo
Fiction
Fantasy
Saat lisan tak dapat berkata maka tulisan yang akan mengukir pesan dalam sebuah kata yang tanpa makna yang jelas dan bermaksud , aku berkacamuk pada pikiran yang selalu menyuarakan nama mu yang sedikit namun menggores hati . Sedih? Tidak ada artinya menangis pun percuma story of you and i menjadi pertanyaan masih adakah? .. dalam bunga yang layu dan akan mati setelah disiram air takakan berarti lagi, dan apa lagi kaca yang pecah tidak bisa kembali lagi seperti sedia kala , semua kata pepatah lama menyadarkan raut wajah yang masih berharap adanya keajaiban... Akan kah kau kembali? Meski tak mungkin ? Hadia kan aku dirimu saja, kehadiran akan diri mu sebuah kenyataan yang seperti mimpi **** Hallo semua pembaca salam kenal... Dimana pun kalian berada semoga selalu dalam keadaan sehat dan semangat dalam menjalani hari. Terimaksih sudah mau hadir dan membaca satu karya yang saya tulis dalam sebuah cerita, semoga kalian semua suka dan menikmati karya saya ini .
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Pertemanan di balik Kutukan [On Going]
  • "So She Would Live" (The End)✓✓
  • MEMORIES(END)
  • ℝ𝔼𝕍𝔸𝕃ℤ𝔼ℕ 𝔸𝔼ℝ𝕃𝔸ℕ𝔾𝔾𝔸 //𝑅𝑒𝑣𝑖𝑠𝑖\\
  • Becoming a CEO's wife? [END]
  • I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)
  • CAHAYA AL-GHIFARI [NIKAH TAPI MONDOK][TAMAT]
  • Heartless
  • Evanescent

🥀Cerita ini 100% karangan dari saya sendiri jadi mohon di hargain, jika memang tidak suka maka tidak usah di baca dan jika suka jangan lupa beri vote dan komen yaksss!!! ⚠️ INGAT DI LARANG PLAGIAT, COPY PASTE, MENIRU, MENJIPLAK, ATAU SEJENIS NYA. DON'T! Saya mungkin tidak tahu tapi allah tahu. Rintik hujan perlahan jatuh dari langit kelabu, tetesannya menimpa tanah kering dan retak, menciptakan lingkaran-lingkaran kecil yang segera lenyap bersama debu. Namun tak lama, langit seolah tak sanggup lagi menahan kesedihannya. Hujan turun semakin deras, membasahi tubuh seorang gadis yang berdiri diam di tengah kehancuran. Luka menganga di hampir seluruh kulitnya, darah mengalir perlahan, menyatu dengan air hujan yang mengalir di tanah. Namun ia tetap tak bergerak. Pandangannya kosong, tatapan hampa tanpa harapan, seolah jiwanya telah pergi jauh meninggalkan raganya yang lelah. Di sekelilingnya, dunia yang dulu penuh kehidupan kini tinggal puing dan arang. Tanah yang dulu dihiasi hamparan rerumputan hijau telah terbakar hingga hitam dan tandus. Pohon-pohon yang dulunya menjulang kokoh kini rebah, patah, dan hangus, tak menyisakan satupun daun yang selamat. Segala yang dulu indah, kini lenyap tanpa jejak, tersapu oleh sesuatu yang lebih kejam dari waktu, kehancuran yang tak memberi ampun. "Aku menghancurkan semuanya ... Aku seorang monster!" bisiknya lirih, dan setetes air mata mulai mengalir keluar dari ujung matanya, tak bisa dibedakan apakah itu air hujan atau air penyesalan. "Aku menyakiti orang-orang, aku membunuh orang tak bersalah ... Aku benar-benar seorang monster!" Air matanya menetes, bercampur dengan darah dan hujan. Dan dari bibir pucatnya, hanya satu kalimat yang terus berulang kali dia ucapkan, seperti sebuah mantra penyesalan yang tak berujung. "Maaf ... maafkan aku ... maaf ...." Dibuat : Rabu/13/April/2023 Selesai : ??? Written by :AYA_MNK ©hak cipta dilindungi Allah SWT

More details
WpActionLinkContent Guidelines