The Other World

The Other World

  • WpView
    Reads 972
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jul 11, 2016
"Dulu, aku bertanya-tanya bagaimana rasanya berada dalam mimpi sendiri. Apakah akan asyik, mengalami segala hal yang kau impikan atau menyakitkan, menyadari bahwa itu tidak nyata?" Hai, namaku Jessica Raymond, dan aku tidak tahu apa yang kuhadapi sekarang, apa yang akan terjadi, atau apakah aku masih bisa hidup 5 menit lagi. Semuanya berawal dari mimpi-mimpi buruk. Awalnya aku hanya membiarkannya dan tidak mau dibuat pusing karenanya. Tapi ternyata aku salah besar. Hal mengerikan itu diikuti dengan hal yang lebih mengerikan. Terjadi kecelakaan-kecelakaan yang menimpa teman-temanku di sekolah. Yang paling membuatku hancur, aku harus melihat sahabatku berada di antara hidup dan mati. Dan aku diarahkan pada kenyataan mengerikan bahwa hanya aku yang bisa menyelamatkan sahabatku, tapi itu berarti mempertaruhkan nyawaku sendiri.
All Rights Reserved
#10
supernaturalromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kuas,Cat dan Cinta
  • Dream Catcher
  • Exchange Souls With Villains
  • Di Balik Tirai Merah
  • NAURA CUMA FIGURAN! [ END ]
  • 𝐇𝐄𝐊𝐒𝐀𝐕𝐈𝐀𝐍
  • TNF Family x reader [HIATUS]
  • The Dark Side(END)
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Criticalove [SELESAI]

Aku bertemu degannya lagi. Ini sudah lama sekali, cukup lama untuk membuatku canggung untuk menyapanya. Sepuluh tahun yang lalu, aku gadis berkucir dua, dia anak yang berkaca mata. Sepuluh tahun yang lalu, aku adalah orang yang tidak memperhatikan wajahnya dengan teliti dan sekarang aku menyadari bahwa dia adalah pemuda yang tampan dengan mata yang menarik di balik kaca matanya itu. "Hallo !!" sapaku padanya. Dia menatapku dengan kening berkerut. Aku menjadi lebih canggung lagi karena dia tidak mengenaliku. Aku bukan gadis menarik, aku juga bukan gadis yang pandai mengawali pembicaraan ataupun mengakhirinya. Kalaupun dia mengenali aku, mungkin dia akan pura-pura lupa. "Hallo !" balasnya kemudian dengan senyum yang canggung. "Apa kau masih mengingatku ?" tanyaku dengan tatapan menyelidik ke arahnya. Hujan sore ini menahan dia, aku dan beberapa orang lainnya di depan toko yang tidak kutemukan papan namanya. Aku pindah dari kota ini ke luar negeri sepuluh tahun yang lalu tapi sekarang aku kembali dan temanku tidak mengenaliku lagi. "Kau siapa ?" dia balik bertanya dengan nada yang canggung ke arahku. Sudah kuduga, dia lupa tentangku. Aku menatap sekeliling, aku pasti akan terlihat sangat lucu sekarang. "Aku bukan siapa-siapa, lupakan saja" jawabku dengan santai lalu kuakhiri dengan senyum kecil. Aku lebih suka cara ini, aku tidak akan memaksakan seorang yang tidak lagi mengingatku untuk mengenalimu. Aku lebih butuh seseorang yang akan mengatakan hallo bersamaan denganku karena itu berarti kami saling mengingat. Aku menatap ke langit lagi, hujannya masih belum berhenti tapi aku menjadi orang yang pertama meninggalkan tempat ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines