Story cover for [TERBIT CETAK] Dering Coding Feeling by DRoss__
[TERBIT CETAK] Dering Coding Feeling
  • WpView
    LECTURAS 86
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Partes 5
  • WpView
    LECTURAS 86
  • WpVote
    Votos 22
  • WpPart
    Partes 5
Continúa, Has publicado ago 07, 2023
Blurb:

"Are you alright?" tanya Rama dengan suara beratnya yang dalam, memecah keheningan panjang di antara mereka.

"Kamu enggak seharusnya baik sama aku, Rama," lirih Sachi, suaranya teredam isakan. Kata-kata itu terlontar begitu saja, tanpa bisa disaring lebih dulu. Pelukan Rama yang seharusnya menenangkan, justru membuatnya merasa semakin kecil dan tidak berharga. Tangannya menggenggam erat ujung kemejanya, seolah-olah mencari kekuatan di sana. Sachi mendongak perlahan, menatap Rama dengan mata berkaca-kaca. "Aku ini anak hasil hubungan gelap," lanjutnya dengan suara bergetar. "Anak dari perempuan perebut suami orang." 

Dengan masa lalu menyakitkan, Sachi dipertemukan dengan Rama, pria yang mencarinya selama lima tahun. Cinta yang mulai tumbuh di antara mereka harus berhadapan dengan ketakutan terbesar Sachi dan luka lama yang Rama simpan.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir [TERBIT CETAK] Dering Coding Feeling a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
#38engineering
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) de Ayu_Wandira1
31 partes Concluida
"Rafael" kata itu meluncur dengan sendirinya. "Kamu tidak apa-apa? Apa ada yang terluka?" Tanya Rafa. Ia memperhatikan tubuh Arin, ia memastikan tidak ada terluka sedikitpun ditubuhnya. Rafa mengenal wanita berparas cantik itu. Pertama kali ia lihat bahwa itu adalah Arin, calon adik ipar. Dulu Rafa, mengenal Arin saat Arin masih kecil, kira-kira ia masih duduk di sekolah dasar, dan sekarang tumbuh sebagai wanita dewasa. Oh Tuhan, kenapa Arin tumbuh begitu cantik, kulitnya pucat seperti porselen, tidak pernah disentuh. Matanya begitu bening dan hidungnya mancung. "Saya tidak apa-apa, kesayangan, kenapa bisa hancur begini" Arin melangkah mendekati ponsel miliknya, ia memunguti satu persatu kepingan-kepingan ponsel miliknya. Kesayangan? Ternyata Arin menyebut ponsel itu dengan kata kesayangan. Rafa ingin tertawa, Rafa lalu mendekati Arin, dan ikut berjongkok memunguti kepingan-kepingan ponsel Arin yang hancur berderai. Diliriknya lagi Arin dihadapannya. "Maaf, saya akan mengganti ponsel baru untuk kamu" ucap Rafa mencoba memberi solusi. Sesungguhnya kejadian tadi bukan salah ia sepenuhnya. Arin lah yang tidak melihat arah tujuannya, Arin lebih asyik dengan layar ponsel itu. Sehingga menyebabkan adegan tebarkan itu. "Tapi, disini banyak foto-foto saya". "Yasudah nanti kita ke konter, saa yakin pihak konter tahu cara memindahkan foto-foto kamu itu" Rafa lalu berdiri, dan kembali menatap Arin. "Kamu kenapa bisa ada disini, Arin?" Tanya Rafa. "Liburan" ucap Arin ia malah menyengir. "Sendiri?". "Iya dong, sama siapa lagi". "Liburan sendiri itu tidak baik, kalau terjadi apa-apa bagaimana? Ini Bangkok loh" ucap Rafa, lalu duduk dikursi tunggu, diikuti juga oleh Arin. "Tapi, saya sudah biasa kok. Kamu kenapa ada disini?". "Saya ada urusan kerja" ucap Rafa. "Jadi gimana, handphone saya?".
Quizás también te guste
Slide 1 of 8
limited to friends or falling in love '?' cover
SKANDAL ADIK IPAR (SELESAI) cover
Say Bye cover
Cafuné [✓] cover
Unrequited Feelings cover
Perder El Amor cover
My (boy) Friend | Bbyu Vol.1 cover
Antara dosa dan Cinta Pertama cover

limited to friends or falling in love '?'

27 partes Concluida

Cia berdiri didekat jendelanya dan membelakangi orang yang masuk itu. Orang yang masuk itu pun langsung menutup pintu dan berjalan menuju cia lalu memeluknya dari belakang. Cia kaget dan langsung menoleh. "Cio" kaget cia. "Maafin gue ya" Cia melepaskan pelukan itu dan berbalik menghadap kearah cio. "Maaf lo bilang hah?gue udah nunggu lo 5 tahun io 5 tahun terus gue udah nunggu lo dari pagi io dan gue belom makan sama sekali cuma buat nunggu lo" ucap cia berapi api. Cio langsung membawa cia kepelukannya lagi tetapi cia meronta minta dilepaskan dan itu membuat cio mengeratkan pelukannya dan tak lama cia diam dipelukannya dan menangis. "Hiks..hiks.." "Gue minta maaf cia gue emang salah gue cuma mau tau lo nepatin janji atau gak lo masih nunggu gue atau gak dan ternyata lo nunggu gue dalem hati gue gue seneng banget cia i miss you and i love you" Cia membeku mendengar cio mengungkapkan perasaannya. Akankah cia membalas perasaan cio?