Budaya Dalam Cinta

Budaya Dalam Cinta

  • WpView
    Reads 141
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 4
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., März 14, 2015
WpInfo
Belletristik
Romantik
Pagi yang Cerah, Sinar mentari begitu terang, suara klakson motor, pembicaraan para pedagang,pejabat,petani dan pelajar yang ikut meramaikan suasana pagi di kota itu. Kota yang dikenal sebagai kota pelajar dan pesona budayanya mengikat semua mata yang melihat keramaian kotanya. Itulah Yogyakarta salah satu kota di Indonesia yang kaya akan budaya serta tradisi dan di kota inilah aku belajar semuanya. Nama ku Frans Deonatan. Asalku dari Paris, kota yang menurut semua orang di dunia, kota yang indah. Tempat nyaman tuk sepasang sijoli yang sedang menikmati betapa indahnya rasa cinta. Namun itu semua berbeda dengan aku yang tak pernah merasakan cinta dalam kota Paris. Dan kini aku meniti langkah ku mencari cinta dan menimbang ilmu di kota Yogyakarta. Aku pergi dari Paris tanpa sepengetahuan ayahku dan malam itu pun aku sampai di Yogya. Aku berjalan dengan tergesa-gesa, tak tahu harus kemana aku pergi. Namun, tak sengaja aku menabrak seorang gadis yang sedang berjalan sendiri dan berpakaian sederhana. Bruuk. . . . . . . .. . . “ Maaf nyonya aku tak sengaja” begitu kata maaf ku. “ Iya tidak apa-apa, aku yang salah. Sudah jalan terburu-buru dan tidak melihat ke depan pula” Tampak dari katanya yang begitu sopan dan ramah dengan orang yang belum ia kenal. “ Sini biar aku bantu nyonya” “ Jangan panggil aku nyonya, nama ku Putri Widyodiningrat panggil saja putri” katanya. Ternyata gadis ini mulai tak suka jika aku memanggilnya dengan sebutan nyonya.lalu gadis itu pun mengajak aku berkenalan dengan senyumannya yang manis. Sempurna sudah dengan adanya lesung pipit di pipinya, suaranya pun begitu pelan,lembut dan lirih. Membuat ku ingin mengenal lebih jauh siapa gadis ini.
Alle Rechte vorbehalten
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • I Want To Make You Mine
  • Yogyakarta Mendarah
  • TAKDIR
  • Twin's ? {Story 7}.
  • My Duchess / End
  • Complete (END)
  • Regards, Natashira (END)
  • Aksara Lingga
  • Dear Rasa [11/END]
  • Padam Nelangsa

*Misteri* Mataku terpejam secara perlahan tp masih terdengar suara keributan sangat jelas ditelingaku. Dan terahir yg kudengar adalah suara tembakan yg membuat mataku sedikit terbuka tp penglihatanku sedikit kabur. "Yoongiaaa". Lirihku melihat kekasihku bersimbah darah di dekatku dan kulihat lelaki disampingnya memegang pistol sambil tersenyum licik. Dan sejak saat itu aku tidak ingat apa2 lagi. . . . . . . "Yoona.. bangunlah sayang". Suara yang sangat kukenal, dan saat kubuka mata dia ada disampingku sedang menangis. "Eomma..". Sahutku lirih dan ibu mengusap air matanya sambil memegang tanganku. "Syukurlah kau sudah sadar sayang, eomma dan appa sangat menghawatirkan mu". Ibu dan ayahku terlihat sangat cemas tp entah apa yg terjadi aku sakit kepala jika ingin mengingat itu. Yg kuingat terahir adalah yoongi. Ya! Dia berdarah. Oh tuhan bagaimana keadaan kekasihku. "Eomma..appa.. yoongi bagaimana keadaan dia". Mataku merah karna melihat eomma terus menangis dan tak memberi jawaban. . . . . . . 1th kemudian. Setelah kejadian itu aku mulai pulih dan beraktifitas seperti biasa namun aku belum dapat kabar dari yoongi. Bahkan orang tuanya pun tidak tau dia masih hidup atau tidak. Ini sangat mengiris hatiku. Aku duduk termenung melihat ftoku dan dia saat kita liburan dipulau Jeju. Kulihat senyum manisnya dan air mataku mulai menetes. Tanpa sadar suara berat disampingku sambil mengelus lembut rambutku. "Yoona, ada hal yg ingin appa bicarakan padamu". Yaa dia adalah ayahku yg sangat aku cintai. "Iyaa appa.. bicaralah". Sahutku terseyum melihatnya. "Appa akan mengenalkan seseorang padamu, dan appa yakin dia bisa menjagamu". Ucapan ayahku sontak mebuat kaget. Apa maksudnya? "Appa dan eomma sudah memikirkan ini baik2, kami tidak ingin terus melihatmu dalam keterpurukan karna hidup terus berjalan sayang". Aku diam dan hanya bisa menangis mendengar ucapan ayahku, aku tau dia sangat menyayangi aku dan tak ingin melihatku terus2n bersedih.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien