Cerita Fiksi
Menceritakan kisah cinta yang menjungjung toleransi. Cinta beda agama memang cukup rumit dan harus saling memahami satu sama lainnya.
Cinta terlalu sempit untuk diartikan dalam Agama, begitupun Agama terlalu sempit apabila mengartikan hanya sebuah Cinta. Selama bisa saling menghargai dan berproses, bukannya itu lebih dari cukup? Lantas mengapa pernyataan paling sederhana yang selalu saya yakini.
"Kita ini meminta sebagai Manusia kepada Tuhan kan?"
Jangan terlalu egois.
Mencintai lah kamu layaknya sebagai sepasang Manusia, bukan sepasang orang suci, sehingga mengurangi makna Cinta itu sendiri.
Cinta itu indah.
Rony Putra Mahessa
-----------------------------------------------------------------------------------------------
copyright by adrsma
"Kita bersatu karena perasaan bukan karena kita sama."
-Nathalia Fresha Leyvara-
"Ada cinta segitiga, antara aku, kamu dan Tuhan."
-Arshaka Varelino Aluqi-
×××
Sebuah kisah cinta di mana Tuhan terlibat di dalamnya. Hingga kedua insan berbeda Iman itu tidak tahu harus berbuat apa. Mereka sudah terlanjur mencintai, serta terlanjur memiliki tanpa tahu arah yang pasti untuk mereka saling mendampingi.
Antara Adzan yang berkumandang, dan Lonceng yang berdentang, itu semua tak bisa mereka tentang.
Antara manisnya Syahadat dan dahsyatnya Syafa'at, membuat mereka kehilangan tekat.
Tuhan mempertemukan mereka hanya sebagai teman, bukan pasangan. Mengorbankan Tuhan demi perasaan itu bukan suatu pengorbanan, melainkan ketidakwarasan.
"Tuhan, bolehkan aku meyakini Tuhan Shaka? Bolehkan aku pergi darimu untuk hidup bersatu bersama Shaka?" -Nathalia-
"Pilih Tuhan kamu, jangan aku. Karena belum tentu kita akan bahagia jika kamu meninggalkan Tuhanmu demi aku?" -Arshaka-
×××
#3 in Nathalia (21 April 2022)
#3 in Beda Tuhan (21 April 2022)
#1 in Beda Tuhan (25 Juli 2022)
_Just Fiksi_
Cover sc : pinterest