NELLA TUNDERSIA [ON GOING]

NELLA TUNDERSIA [ON GOING]

  • WpView
    LECTURAS 129
  • WpVote
    Votos 35
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, ago 19, 2023
Jika ini hanya tentang perasaanku rasanya tidak adil, namun aku juga tidak berani untuk bersuara. bukankah tidak terlihat namun ada itu tidak menyenangkan?? rasanya pun menyakitkan bukan?? tapi ada kalanya dimana kita lebih baik tidak terlihat di suatu situasi, dunia yang mereka bilang indah ini selalu mengasingkan diriku. Tidak peduli seberapa kerasnya aku berteriak, aku tetap tidak dapat mencapainya. Tidak ada orang yang mau melihatku seolah olah aku adalah manusia paling menjijikkan di dunia ini. Hujatan dan makian yang selalu aku terima dari teman dan bahkan dari bundaku sendiri membuat aku goyah untuk terus bertahan tinggal bersamanya, padahal aku hanya ingin bisa tertidur dengan nyaman tanpa rasa sakit yang membuatku khawatir setiap hari. Terkadang aku selalu bertanya tanya mengapa masa remaja yang aku alami begitu suram sehingga aku tidak bisa merasakan pengalaman yang harusnya aku rasakan sampai membuatku ingin menghilang dari dunia ini untuk selamanya.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • Memories in Moon
  • Halaman Hidupku
  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • BETWEEN
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"
  • Cintaku Megalodon (SELESAI)
  • ARGALAND
  • kita dan waktu. [End]

WARNING! *MENGANDUNG BEBERAPA KATA KASAR *BEBERAPA CHAPTER MENGANDUNG PERILAKU MENYAKITI DIRI SENDIRI YANG DIBUAT TIDAK UNTUK DITIRU For: 17+ *** "Aku memang tak pernah bahagia sejak kecil, tapi setidaknya di masa itu aku belum sadar seberapa tak berharga dan sampahnya diriku." "Bolehkah aku minta satu pelukan sebelum aku mati?" Tentang seorang gadis yang selalu dijadikan pelampiasan amarah kedua orang tuanya. Tentang gadis yang berusaha menahan keinginannya untuk menyerah. Dan ini tentang gadis yang dengan sederet lukanya. "Ayah ... Bunda ... satu pelukan aja, ya?"

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido