NELLA TUNDERSIA [ON GOING]

NELLA TUNDERSIA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 19, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Jika ini hanya tentang perasaanku rasanya tidak adil, namun aku juga tidak berani untuk bersuara. bukankah tidak terlihat namun ada itu tidak menyenangkan?? rasanya pun menyakitkan bukan?? tapi ada kalanya dimana kita lebih baik tidak terlihat di suatu situasi, dunia yang mereka bilang indah ini selalu mengasingkan diriku. Tidak peduli seberapa kerasnya aku berteriak, aku tetap tidak dapat mencapainya. Tidak ada orang yang mau melihatku seolah olah aku adalah manusia paling menjijikkan di dunia ini. Hujatan dan makian yang selalu aku terima dari teman dan bahkan dari bundaku sendiri membuat aku goyah untuk terus bertahan tinggal bersamanya, padahal aku hanya ingin bisa tertidur dengan nyaman tanpa rasa sakit yang membuatku khawatir setiap hari. Terkadang aku selalu bertanya tanya mengapa masa remaja yang aku alami begitu suram sehingga aku tidak bisa merasakan pengalaman yang harusnya aku rasakan sampai membuatku ingin menghilang dari dunia ini untuk selamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • BINA
  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Sederet Luka Untuk Indira (Sudah Terbit)
  • BETWEEN
  • kita dan waktu. [End]
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • ARGALAND

Peringatan!! 16+ Kembali ke masa dimana ayah dan bunda ku waktu mereka masih remaja? Ah! Tidak mungkin. Keluarga? Seperti yang kalian tahu, semua keluarga adalah tempat yang terbaik untuk pulang. Lalu bagimana dengan kita yang bernasib lebih percaya orang luar daripada keluarga sendiri? Itulah aku, Karin begitu juga dengan Raga; si anak pertama. Kini kalian tahu, aku lebih tahu. Namun ku tutupi itu semua dengan perban. Perban yang tak terlihat. Apa itu? Tertawa dan senyum. Apa aku harus pergi ke masa lalu agar bunda dan ayah bisa mencintai sedari dulu dan memperbaiki semua? Ayah memang agak keras orangnya, apalagi ayah katanya dulu anak band, namun cita-citanya harus terkubur karena tuntutan ayahnya(kakek ku). Kejadian saat konser juga dialami ayah, yang membuat ia trauma, sehingga tidak memperbolehkan anaknya untuk membuat anggota band. Ternyata bunda dan ayahku memiliki trauma masing-masing, yang membuat mereka terkadang melampiaskan satu sama lain. Peringatan🚨: β€’Ini cerita murni yang dibuat sendiri. β€’Jangan menjiplak cerita, karena ada undang-undangnya sendiri. β€’Jika ada sedikit kesamaan cerita, itu tidak kesengajaan, terimakasih. -salam sastra- Author by: Soraya Happy reading y'all!!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines