NELLA TUNDERSIA [ON GOING]

NELLA TUNDERSIA [ON GOING]

  • WpView
    Reads 129
  • WpVote
    Votes 35
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Aug 19, 2023
Jika ini hanya tentang perasaanku rasanya tidak adil, namun aku juga tidak berani untuk bersuara. bukankah tidak terlihat namun ada itu tidak menyenangkan?? rasanya pun menyakitkan bukan?? tapi ada kalanya dimana kita lebih baik tidak terlihat di suatu situasi, dunia yang mereka bilang indah ini selalu mengasingkan diriku. Tidak peduli seberapa kerasnya aku berteriak, aku tetap tidak dapat mencapainya. Tidak ada orang yang mau melihatku seolah olah aku adalah manusia paling menjijikkan di dunia ini. Hujatan dan makian yang selalu aku terima dari teman dan bahkan dari bundaku sendiri membuat aku goyah untuk terus bertahan tinggal bersamanya, padahal aku hanya ingin bisa tertidur dengan nyaman tanpa rasa sakit yang membuatku khawatir setiap hari. Terkadang aku selalu bertanya tanya mengapa masa remaja yang aku alami begitu suram sehingga aku tidak bisa merasakan pengalaman yang harusnya aku rasakan sampai membuatku ingin menghilang dari dunia ini untuk selamanya.
All Rights Reserved
#498
ceritafiksi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • I'm broken [BHS#1]βœ“
  • BINA
  • ARGALAND
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Raga Arga  [Sudah Terbit]
  • Sefrekuensi {ON GOING}
  • Let Me Love You Longer
  • BETWEEN

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines