Story cover for Phantoms [Drop] by koi-chyy
Phantoms [Drop]
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 33
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Aug 09, 2023
Kuda itu berlari kencang, berlari di jalanan gelap Leyfentina. Rumah bangsawan dan rumah pelayan yang lebih kecil perlahan mulai menyala, teriakan dan tangisan khawatir terdengar dari dalam. Erlyn menggigit bibirnya, berusaha mengalihkan perhatiannya dari kebisingan.

Dan saat itulah dia mendengarnya.

Suara-suara dan tangisan tampak teredam oleh ledakan. Suara ledakan besar bergema di kota saat teriakan semua orang menjadi keheningan yang mematikan. Mereka ada di sini, dan tidak berhubungan baik. Apa yang dulunya merupakan malam yang indah kini dihancurkan oleh suara kematian. Dia ingat pepatah umum yang dia ulangi kepada Jenderal.

"Kami orang Scuderia. Kami akan selalu menang saat asapnya hilang."

Dia berharap itu benar.
All Rights Reserved
Sign up to add Phantoms [Drop] to your library and receive updates
or
#385bangsawan
Content Guidelines
You may also like
DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell) by alfariks
4 parts Ongoing Mature
Tujuh puluh tahun yang lalu, dunia seperti yang dikenal manusia hancur seketika. Sebuah meteorit raksasa menghantam bumi pada tahun 2017, menelan lebih dari setengah populasi manusia dalam kobaran api dan kehancuran. Namun, dari reruntuhan itu, lahir sesuatu yang tak terduga-tujuh batu kristal sakti yang menyimpan kekuatan di luar nalar manusia. Bersamaan dengan munculnya batu-batu misterius itu, dunia yang selama ini tersembunyi mulai memperlihatkan dirinya. Ras-ras lain seperti Ligeria, Arzi, dan Farman, yang selama ini bersembunyi di balik realitas manusia, akhirnya muncul ke permukaan. Namun, pertemuan ini bukannya membawa kedamaian, melainkan awal dari perang yang lebih besar. Farman, ras yang paling ambisius, mulai menaklukkan dunia dengan cara kejam, memperbudak ras lain, dan merebut wilayah yang bukan milik mereka. Di tengah peperangan yang berkecamuk, Raja William Thinkler dari kaum Arzi berusaha menjadi perisai terakhir bagi perdamaian. Namun, takdir berkata lain-ia gugur di medan perang, meninggalkan sumpah yang akan menggema sepanjang zaman. "Hari ini bukanlah akhir, hanya bayangan dari fajar yang belum nyata..." "Saat kelam merangkak mundur, tertimpa cahaya senja yang enggan padam." "Dimana Pantang menyerah masih akan berdiri, di atas ragawi dosa dosa." "Sebilah besi akan terangkat tanpa amarah, dan dari gemuruh pertempuran, suara kedamaian pun terlahirkan." Sebuah janji tertinggal di antara kehancuran, sebuah harapan yang menunggu untuk ditepati. Perang ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kisah yang lebih besar-sebuah perjalanan yang akan menentukan nasib dunia yang baru.
THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER by Zzahrie
12 parts Ongoing Mature
Aku tahu takdir memang selalu bercanda padaku, mungkin lebih tepatnya merundungku. Sedari awal hidupku tidak berjalan baik. Bukan, bukan melarat apalagi bekerja bagai kuda hanya untuk sesuap nasi, tetapi menjadi anak dari konglomerat yang meneteskan liur pada reputasi. Aku lah anak yang ditempa sekeras mungkin oleh orangtuaku untuk meraih reputasi impian mereka. Kurasa meski aku hancur berkali-kali, tumpul berkali-kali, dan berkarat berkali-kali; orangtuaku masih menarik leherku dengan paksa untuk bekerja demi reputasi mereka. Aku yang hidup seperti itu, kurasa dengan mati setidaknya bisa terbebas. Namun, bak keluar kandang buaya masuk kandang harimau, aku terbebas dari orangtuaku akan tetapi jatuh ke dalam genggaman entitas lain. Dewa yang menyeretku paksa untuk menjalani kehidupan seseorang yang kuberi iba secuil biji jagung. Libitina Kaltain. Karakter dari novel yang kubaca kala memiliki waktu luang sebiji kecil. Bukan, bukan pemeran utama yang menakjubkan apalagi pemeran penjahat. Tapi hanya pemeran pendamping yang bahkan hanya muncul sekali. Sang tumbal peperangan, keturunan yang menyedihkan dari Keluarga Kaltain. Anak yang hanya muncul saat keluarganya mengorbankan dirinya demi memenangkan peperangan. Anak yang malang, begitulah kupikir. Jika tahu rasa Ibaku yang ternyata membawaku ke sini, maka lebih baik kuludahi saja namanya. Libitina Kaltain, aku hidup kembali dalam tubuh penuh luka dan tak berdaya miliknya. Menjalani hidup menyedihkan Libitina yang bahkan lebih rendah dari budak, dianggap sampah keluarga yang tidak pernah dipandang. Aku hidup sebagai dirinya, sekaligus menanggung takdirnya yang entah apa. Bersamaan dengan kebingunganku pada Dunia dan takdirku sendiri, kata mengapa yang menggerayangi. Mau bagaimanapun aku harus bertahan di sini, meski bersamaan dengan kemarahan yang tumbuh membukit, serta dendam dan kebingunganku. Mungkin juga secuil harapanku. . _____________________ Warning: terdapat kata-kata kasar! Slow update
ANKERTANIZATION (Ketika Cahaya Bertemu Kegelapan) by ANKERTA
11 parts Ongoing
"Ini bukan tentang duniaku. Ini tentang aku..." ~ANKERTA Di bawah langit yang tak berujung, miliaran universe terbentang-masing-masing menyimpan keindahan dan kegelapan mereka sendiri. Di antara gemerlap cahaya bintang, ada sisi buruk yang terus mengintai. Ketika Darkmares mulai menyebar dan mengancam keseimbangan di satu universe, ancaman itu bisa merembet ke seluruhnya. Dan saat itu terjadi, hanya ada satu pilihan: Darkmares harus dilenyapkan, tak peduli harganya. Namun, apa yang tersisa setelah perang? Amarah dan ego yang saling berbenturan meninggalkan luka yang tak terhitung. Jiwa-jiwa yang tersakiti terjebak dalam depresi, kehilangan jati diri, bahkan tenggelam dalam rasa bersalah yang tak termaafkan. Sebuah universe yang dulunya damai kini terancam hancur oleh konflik yang tak pernah diminta. Ini bukan sekadar cerita tentang sebuah dunia, ini cerita tentang kami. Kisah ini adalah bagian dari sisi lain kehidupan Miji, sosok yang selama ini dikenal melalui ANKERTA, dunia yang penuh dengan teori-teori di luar nalar. Namun, ada rahasia yang selama ini tersembunyi. Rahasia yang dijaga oleh Miji, Hana, dan Adrian, aktor-aktor yang memerankan Dakwah Mini ANKERTA. Mereka tahu lebih banyak daripada yang pernah mereka ungkapkan kepada siapa pun, menyembunyikan kebenaran tentang universe dan keterkaitannya yang luar biasa. Inilah cerita di mana fantasi bertemu dengan kenyataan, membawa kita melintasi batas-batas logika ke sebuah perjalanan yang mengguncang jiwa.
You may also like
Slide 1 of 8
DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell) cover
Oblivora: The Memory Of War cover
Hunter for The phantom cover
Axel Wargenstranger : Fragment Of The Black Pact  cover
THE DEMONIC YOUNGEST DAUGHTER cover
Between Crown and Forest cover
ANKERTANIZATION (Ketika Cahaya Bertemu Kegelapan) cover
Chains of Devotion (WonJay) cover

DESCENDANTS OF SEVENTEEN (a story can't never tell)

4 parts Ongoing Mature

Tujuh puluh tahun yang lalu, dunia seperti yang dikenal manusia hancur seketika. Sebuah meteorit raksasa menghantam bumi pada tahun 2017, menelan lebih dari setengah populasi manusia dalam kobaran api dan kehancuran. Namun, dari reruntuhan itu, lahir sesuatu yang tak terduga-tujuh batu kristal sakti yang menyimpan kekuatan di luar nalar manusia. Bersamaan dengan munculnya batu-batu misterius itu, dunia yang selama ini tersembunyi mulai memperlihatkan dirinya. Ras-ras lain seperti Ligeria, Arzi, dan Farman, yang selama ini bersembunyi di balik realitas manusia, akhirnya muncul ke permukaan. Namun, pertemuan ini bukannya membawa kedamaian, melainkan awal dari perang yang lebih besar. Farman, ras yang paling ambisius, mulai menaklukkan dunia dengan cara kejam, memperbudak ras lain, dan merebut wilayah yang bukan milik mereka. Di tengah peperangan yang berkecamuk, Raja William Thinkler dari kaum Arzi berusaha menjadi perisai terakhir bagi perdamaian. Namun, takdir berkata lain-ia gugur di medan perang, meninggalkan sumpah yang akan menggema sepanjang zaman. "Hari ini bukanlah akhir, hanya bayangan dari fajar yang belum nyata..." "Saat kelam merangkak mundur, tertimpa cahaya senja yang enggan padam." "Dimana Pantang menyerah masih akan berdiri, di atas ragawi dosa dosa." "Sebilah besi akan terangkat tanpa amarah, dan dari gemuruh pertempuran, suara kedamaian pun terlahirkan." Sebuah janji tertinggal di antara kehancuran, sebuah harapan yang menunggu untuk ditepati. Perang ini bukanlah akhir, melainkan awal dari kisah yang lebih besar-sebuah perjalanan yang akan menentukan nasib dunia yang baru.