I'm not Alana

I'm not Alana

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Sun, Jan 21, 2024
Tidak dianggap oleh keluarga, dibenci oleh saudara kembar sendiri, dan dikucilkan di sekolah adalah makananku sehari-hari. Di usiaku yang masih 17 tahun, aku sudah mengalami itu semua. Disaat orang lain seusiaku sibuk bersenang-senang dengan temannya, disinilah aku, bersembunyi di tempat yang gelap, sepi, dan sunyi jauh dari keramaian. Dengan tangan gemetar dan air mata yang menetes tiada henti aku terus menggerakkan tanganku untuk menulis di sebuah buku. Menuangkan segala kisah kehidupanku di buku diary tebal yang hampir penuh. Segala emosi yang tidak bisa kuungkapkan dengan kata-kata kutuangkan semuanya pada buku ini, hanya buku ini yang menjadi temanku sehari-hari. Sebuah buku yang berisi tentang kisahku, Aluna Keylova.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Teh
  • Secarik Luka [Complete]
  • Terjebak Masa Lalu
  • An unexpected meeting
  • Saga's Favorite
  • Algeta Story's(Completed)
  • CHAGRIN
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • REZZA
  • Boy Friend Not Boyfriend [TAMAT]

Bismillah semoga cerita ku bisa menghibur kalian ya teman-teman. Dan sebelum baca follow dulu ya biar nggak ketinggalan update terbaru dari aku Pertemuan ku ditaman itu membuat teringat akan apa yang pernah ia perbuat pada ku dan ibu ku menjadi kan goresan luka dihati ku akan kata kata yang mereka ucapkan tapi tetap ada rasa terima kasih ku atas apa yang mereka berikan pada ku saat itu. "Pergi kalian dari rumah ku tidak usah kalian injak kan kaki kalian lagi disini kalian sudah tak dianggap lagi"ujar nya pada ku dan ibuku membuat air mata lolos dari pelupuk mata nya membuat hati ku sakit tapi kenapa rasa nya lidah ini kelu untuk menjawab apa yang dikatakan nya Padahal selama ini aku dan ibu ku selalu ada dipihaknya kenapa itu yang ia katakan pada kami Segitu rendah kah harga diri kami bisa dia lakukan seenak nya Kembali..... "Aku takut jika harus mendengar nama itu dan tempat itu lagi membuat ku punya rasa dendam jika harus mendengar nya lagi bahkan bertemu orang orang seperti itu aku sudah tak sanggup lagi mas"ujar ku menangis dalam pelukan hingga baju nya basah karena berapa banyak air mata yang ku keluar kan. "Menangis lah sebanyak kamu mau dek,mas akan disini bersama mu agar kamu tidak takut lagi "ujar nya masih memeluk ku

More details
WpActionLinkContent Guidelines