Ketika Kita Bertemu Kembali

Ketika Kita Bertemu Kembali

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Wed, Sep 18, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Tak ada yang bisa kita prediksi tentang hidup. Pelangi akan segera pergi begitu mentari menyongsong. senja akan segera menghilang begitu matahari tenggelam. namun udara akan selalu menemani setiap hembusan nafasku. Kita ditakdirkan untuk berpisah dan bersatu. entah mana yang pada akhirnya akan menjadi takdir kita. Rasa ini masih sama. Kau dan aku masih saling mencinta. Namun waktu menjauhkannya begitu saja. Aku dan kamu berpisah setelah semuanya menjadi kita. Kau dengannya entah mengapa. dan aku dengan kesendirianku. Apakah kita akan bertemu kembali. membangun sebuah kisah. atau kau tak akan kembali dan hanya menjadi kenangan saja. atau jangan jangan kau kembali, namun seakan akan tak mengenalku lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • Khayalku
  • Bukan Kita D.A.N
  • Our Journey To Love
  • LOVE in SILENCE
  • ANTARA DOA DAN RASA
  • Luka & Lara (Completed)
  • Cerita Rein (SUDAH TERBIT)
  • Amour et Histoire

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines