Bulan Untuk Wulan

Bulan Untuk Wulan

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Aug 20, 2023
Lentera Raditya, atau nama kecilnya, Tara. Lelaki 19 tahun yang tidak punya kelebihan apapun, bahkan dia selalu merutuki diri yang belum bisa menjadi kebanggan. Disaat teman yang lain menemukan bakat masing-masing, Tara masih sibuk keluar masuk ruangan berbau obat. Tidak ada satu pun yang dapat di banggakan darinya, tidak ada. Namun, gadis berbadan kecil, dengan bola mata hitam yang bersinar selalu menatapnya bangga, seakan ia tahu apa yang dilakukan Tara. Tara senang, Tara bahagia dengan kehadiran gadis itu, namun Tara benci saat ia ingat, ialah bencana terbesar untuk gadis cantik itu. ~•°•~•°•~•°•~ ♡Shorts story Nct ver. 1. Moon Taeil, our Moonlight
All Rights Reserved
#22
andi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TAKDIR TERBAIK (TERBIT)
  • Tersisihkan ✓
  • Kapten Alvand ( Tersedia Ebook )
  • Diary [COMPLETED]
  • BULAN [Selesai]
  • Kaluna (SUDAH TERBIT)
  • My Annoying Boyfriend
  • ENTSCHULDIGUNG [COMPLETED]
  • 𝐁𝐮𝐥𝐚𝐧 𝐃𝐢𝐭𝐞𝐧𝐠𝐚𝐡 𝐋𝐚𝐧𝐠𝐢𝐭

Dilamar karena saling mencintai ✖ Dilamar karena mendoakan saat bersin✔ ** Najla tidak pernah mengira kalau mendoakan seorang Adam Rayyan Rizqullah ketika lelaki itu bersin akan berakhir dilamar. Gadis yang belum move on dari mantan kekasihnya itu dibuat bingung. Antara menerima lamaran dari Adam atau menunggu Alan kembali yang entah pergi ke mana. Di mata Najla, Adam memiliki sebuah kelebihan dan sesuai kriteria suami idamannya. Apa itu? Kelebihan Adam adalah duda! Iya, kalian tidak salah baca. Najla, gadis absurd yang memiliki kriteria suami idaman seorang duda. Aneh, bukan? Keinginannya menikah dengan duda sudah mendarah daging, bahkan kedua sahabatnya didoktrin agar memiliki kriteria yang sama. Akankah Najla menerima lamaran dari Adam dan melupakan masa lalunya? ** "Adek saya masih kecil," ucap Lettu Ammar "Saya tau," jawab Mayor Adam enteng. "Dia gengsian." "Saya akan belajar untuk peka." "Dia suka marah-marah." "Sebisa mungkin saya tidak memancing amarahnya." "Ilmu agama yang dia tau tidak sedalam itu." "Akan saya santriwatikan adekmu dengan saya yang menjadi guru privatnya." "Dia manja." "Akan saya turuti semua inner child-nya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines