Diary Angelina

Diary Angelina

  • WpView
    LECTURES 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication ven., août 11, 2023
Hari itu, hari pertama dimana awal kehancuran dalam hidupku. Aku masih ingat sekali kejadian itu, dan mungkin sampai seterusnya akan selalu mengingat itu. Tadinya aku hanya berharap ini adalah sebuah mimpi. Tapi ternyata, ini bukan mimpi. Hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun aku lewati dengan penuh air mata. Aku tidak tau harus setegar apa. Tapi melihat ibuku yang jauh lebih kuat, seharusnya aku juga bisa seperti dia bukan? Rasanya sangat sakit sekali, orang yang kita cintai tiba-tiba pergi meninggalkan kita untuk selama-lamanya. Aku selalu merasa menyesal dan berdosa karena tidak ada disampingnya di saat saat terakhir dalam hidupnya. Aku selalu berusaha untuk tidak selalu mengingat kejadian kejadian itu. Tapi, rasanya sulit sekali. Memori itu terlalu membekas di pikiranku. Tuhan.. Bagaimana aku melanjutkan hidupku? Aku sendirian Tuhan. Aku hanya mempunyai ibuku saat ini. Bagaimana jika ibu meninggalkanku juga? Sementara aku belum bisa membahagiakannya. Tolong Tuhan, jangan persulit jalan hidupku. Aku kesepian Tuhan, aku selalu merasa sendiri. Tolong kuatkan aku..
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • SEKASA(SEbuah Kisah terbiASA)
  • Konflik Batin
  • RANNA
  • Surga yang Harus ku jaga
  • BINA
  • Mencintaimu Dalam Diam     (On Going)
  • Why Do You Love Me [COMPLETED]
  • "Biarlah: Sebuah Kisah Tentang Sunyi dan Luka"

Semakin bersamanya,semakin aku merasakan adanya cinta yang sempurna. Cinta yang merasa bahwa akulah wanita yang ditakdirkan untuk memiliki berjuta-juta cinta didunia. Terbang keangkasa melihat dunia. Tapi benarkah ini cinta untuku atau hanya mimpiku saja? Berdiam sendiripun membuatku bertanya-tanya akan jawabnya. Kemana perginya mentariku yang membuat mimpi-mimpiku seperti nyata. warna demi warna begitu saja adanya, hingga aku tidak ingin berpaling dan ingin selalu bersamanya. Aku sepasang mata ini tuk melihat diantara ribuan mata,biarkanku pejamkan mata. Jika kau tak melangkah bersama sepasang mata ini. Luka ini takan padam,hingga kau coba tuk melihatnya. Penantian pagi hingga malam membawa tujuan berakhirnya malam tanpa menyisikan kesepian.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu