غلاف قصة Emo بقلم almnshdy
Emo
  • WpView
    مقروء 7,675
  • WpVote
    صوت 649
  • WpPart
    أجزاء 6
  • WpView
    مقروء 7,675
  • WpVote
    صوت 649
  • WpPart
    أجزاء 6
مستمرّة، تم نشرها في أغسـ ١١, ٢٠٢٣
للبالغين
Mempunyai orang tua utuh impian semua anak, tidak dengan Emo.
Remaja 15 tahun yang membenci orang tuanya, Papa lebih tepatnya. Hidup satu atap dengan penghianat? Mimpi buruk.

"Emo salah paham, maafin Papa okey?"

"Bajingan memang tidak pernah mau, untuk mengakui kesalahannya."

"Percaya sama kakak, kamu salah paham"

"Terserah"

Dewasa? Belum, ia belum dewasa. Keadaan yang memaksanya untuk tegar saat usia nya masih dibawah tahun. Emo akan melakukan apapun untuk melindungi orang tersayangnya.
المشاع الإبداعي (CC) - نَسب المُصنَّف - الترخيص بالمثل
قم بالتسجيل كي تُضيف Emo إلى مكتبتك وتتلقى التحديثات
أو
إرشادات المحتوى
قد تعجبك أيضاً
Is It Home ?  بقلم unchangedword
82 أجزاء مكتمِلة
[SUDAH DIBUKUKAN, GET ON SHOPEE Choko Publisher "Kenapa yah? Karena abang anak pertama ya?", -- "Emang pernah kalian nganggep aku ada?" ___________________________________________ "Dia bukan papa lo, lo harusnya tau diri",-- "Emang ga seharusnya gue disini, kehadiran gue cuma ngrusak kebahagiaan dia. Gue pamit",-- ___________________________________________ "Lo bisa ga sih gausah aneh-aneh, lo yang bertingkah, tapi gue yang selalu kena imbasnya. Lo sih enak jadi bungsu, mama papa juga gabakal marah ke lo" "Siapa bilang ? Gue juga pengin pergi bebas kaya lo bang, gue cape terus-terusan belajar, gue juga pengin bebas kaya lo" "Gue bukan dibebasin, tapi gue di usir. Itu juga gara-gara lo, bungsu", ___________________________________________ Ia tahu dan sadar dengan posisinya. Ia lahir sebagai seorang sulung yang dipaksa untuk terus melebarkan bahunya, yang harus selalu kuat mentalnya, yang punggungnya harus selalu siap untuk dijadikan sandaran bagi saudara-saudaranya, juga harus selalu siap memikul harapan orang tuanya. Tapi ia juga manusia, ada masanya ia lelah dan perlu sandaran seperti yang biasa ia lakukan. Ada kalanya ia merasa ingin menyerah dan lari dari semua masalah yang mendera. Bungsu, orang selalu bilang menjadi seorang bungsu adalah suatu keberuntungan, dimana bungsu biasanya selalu diutamakan dan identik dengan julukan "anak kesayangan" Tinggalkan soal bungsu dan sulung, bagaimana dengan anak tengah? Apakah nasibnya sama buruknya dengan si sulung atau bahkan lebih baik dari pada si bungsu? Masih tentang semesta dan kejutannya, entah skenario apa yang semesta buat kali ini, yang pasti adalah satu hal. Tak semua yang kamu lihat sesuai dengan apa yang terjadi sebenarnya. Menjadi bungsu tak selamanya indah, begitupun dengan menjadi sulung.